Mengapa Transfer Yaya Toure di Liga Inggris Masih Bisa Terjadi?

Berita Transfer, Yaya Toure, Manchester City
Berita Transfer - Yaya Toure saat berikan aba-aba dalam sesi latihan Manchester City.

Gilabola.com – Mengapa transfer Yaya Toure ke Liga Inggris masih bisa terjadi meski jendela transfer Liga Inggris sudah resmi ditutup beberapa pekan silam? Begini penjelasannya.

Mantan gelandang Manchester City Yaya Toure sudah dikaitkan dengan kepindahan ke klub Premier League, West Ham United. Sang pemain kemungkinan besar akan mendapatkan klub baru setelah pergi dari Manchester City di musim panas.

Didatangkan dari Barcelona pada tahun 2010, pemain Pantai Gading tersebut memainkan peran besar dalam keberhasilan Manchester City memenangkan gelar Liga Inggris pada tahun 2012 dan 2014, serta keberhasilan mereka di Piala FA dan Piala EFL.

Bermain hanya 17 laga musim lalu, gelandang senior itu tidak ditawari kontrak baru dan sekarang tersedia dengan status bebas transfer.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Agennya, Dimitry Seluk, menyatakan di Twitter: “Yaya Toure telah lulus tes medis di London. Yaya sangat dekat dengan penandatanganan kontrak baru.”

Namun dengan banyak penggemar berspekulasi atas klub tujuan Toure berikutnya, tampaknya ia tidak akan bergabung dengan Manuel Pellegrini di West Ham.

“Bergabung dengan West Ham belum 100 persen,” kata Dimitry di Twitter. “Yaya adalah seorang juara. Klub terakhirnya (Man City) bukan untuknya.”

Jadi, mengapa Toure masih dapat menandatangani kontrak untuk klub Premier League meskipun jendela transfer di Inggris sudah tutup?

Yaya Toure tetap berpeluang tinggalkan Manchester City

Meskipun jendela transfer Premier League ditutup pada 9 Agustus lalu, tim dari kasta teratas Liga Inggris masih bisa menambahkan pemain baru ke skuad mereka dengan merekrut pemain dengan status bebas agen, asalkan ada tempat kosong dalam skuad yang berisi nama 25 pemain.

Klub harus menyerahkan daftar nama skuad mereka untuk musim baru sehari setelah jendela transfer ditutup, namun menjual salah satu pemain dari 25 orang itu dapat memberikan ruang kosong bagi pemain dengan status bebas transfer.

Syaratnya, pemain bebas agen itu harus meninggalkan klub sebelumnya sebelum penutupan jendela transfer, seperti halnya Toure.