Mesut Ozil Dinilai Pelatih Arsenal Tak Cocok Ikut Laga Keras

Mesut Ozil Dinilai Pelatih Arsenal Tak Cocok Ikut Laga Keras

Gilabola.com – Mesut Ozil dinilai pelatih Arsenal tidak cocok ikut laga Liga Inggris yang keras dan menuntut fisik juga. Kubu Meriam London sendiri kesulitan menaklukkan Bournemouth dan sama sekali tak mau menurunkan Ozil.

Kubu Arsenal bisa menang meski dengan skor tipis 2-1 saja atas kubu Bournemouth di Vitality Stadium, Minggu (25/11/2018) malam WIB. Saking ketatnya, Arsenal bisa unggul lebih dulu melalui gol bunuh diri Jefferson Lerma yang mengejutkan (menit ke-30).

Kubu tuan rumah bangkit dan bisa menyamakan kedudukan melalui usaha Joshua King sebelum masa turun minum. Arsenal masih bisa mendapatkan gol kedua dari Pierre-Emerick Aubameyang, yang menjadi pengunci kemenangan melalui gol yang ia cetak di menit ke-67.

Arsenal otomatis sukses memperpanjang rekornya menjadi 17 laga tidak terkalahkan di semua ajang meski dengan hasil tipis. Menariknya, untuk pertama kalinya Unai Emery selaku pelatih memainkan formasi tiga bek. Mesut Ozil dibangkucadangkan hingga membuat kaget banyak pihak, terutama suporter mereka.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Mesut Ozil sama sekali tidak diberikan kesempatan pemanasan hingga tidak masuk sama sekali menjadi pemain pengganti. Emery memilih Matteo Guendouzi, Aaron Ramsey, dan Eddie Nketiah untuk masuk perkuat permainan rekan-rekannya.

Emery usai laga berikan penjelasan terkait memarkir sang playmaker. Menurut Emery sang pemain tidak cocok untuk jenis pertandingan hari ini yang keras sekalian menuntut fisik.

Mesut Ozil tetap pemain penting Arsenal

“Menurut saya semuanya masih tergantung ke bagaimana laga yang akan kami hadapi ke depannya dan bagaimana hasil yang diperah sepanjang 90 menit. Saya lantas memutuskan untuk mengambil opsi lain saja (memarkir Ozil),” jelas Unai Emery melalui Mirror.

“Kami (Arsenal) hanya berpikir soal bagaimana bisa terus tampil lebih baik di pertandingan hari ini. Pertandingan ini saya lihat sangat menuntut fisik pemain, juga bisa terlihat dengan intensitas tinggi lawan, kami tak ragu untuk memutuskan.”

“Tapi tetap saja, setiap pemain kami sama pentingnya. Hari ini kami juga sudah mencoba menggunakan formasi tiga bek. Hal ini menjadi kesempatan baru bagi kami untuk bisa terus berkembang dan menemukan performa terbaik kami yang cocok,” pungkas sang pelatih.