Mesut Ozil Diusir Unai Emery, Ngotot Bertahan di Arsenal

Unai Emery dan Mesut Ozil, Arsenal

Manajer Arsenal Unai Emery belum lama ini mempersilahkan Mesut Ozil untuk meninggalkan Arsenal di akhir musim, namun pemain asal Jerman ini menolak.

Polemik Mesut Ozil yang terjadi di Arsenal kembali berlanjut seiring dengan semakin dekat berakhirnya musim ini, dan hal ini sudah terjadi untuk sementara waktu.

Unai Emery sudah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa Mesut Ozil tidak akan menjadi bagian timnya, tapi diberitakan oleh The Sun bahwa sang gelandang tidak ada niatan untuk meninggalkan klub akhir musim ini.

Mesut Ozil yang merupakan salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Arsenal yang mencapai angka Rp 640 juta per pekannya, dikabarkan merasa nyaman berada di London dan ingin mempertahankan posisinya dua tahun lagi hingga kontraknya saat ini berakhir.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Setelah kekalahan memalukan yang dialami Arsenal atas BATE Barisov dengan skor 1-0 di ajang Liga Europa tengah pekan kemarin, para fans dan legenda Arsenal menuntut Ozil kembali dimasukkan ke daftar para pemain starter milik Emery.

Gelandang asal Jerman ini tidak diikut sertakan dalam laga ARsenal kontra BATE di babak 32 besar leg pertama Liga Europa, dan membuat gelandang Paul Merson kewalahan sepanjang pertandingan.

Kepada Sky Sports Paul Merson mengatakan, “Kamu mainkan pemain terbaikmu dan olah para pemain lainnya di sekitarnya. Ozil adalah pemain terbaik Arsenal dan ia tidak dimainkan, hal tersebut mmembuat saya susah.”

Paul juga menambahkan “Dia (Ozil) pasti di rumah sambil menyaksikan pertandingan Arsenal sambil berpikir, bagaimana dirinya bisa tidak bisa masuk ke dalam tim?”

“Saya tidak tahu juga jika mereka berusaha memaksanya untuk pensiun, karena dia masih ada di sana dan mungkin kini akan berpikir untuk pensiun jika tidak bisa menjadi bagian dari tim.”

Bahkan Martin Keown menyebut kondisi Arsenal saat ini sangat memalukan. “Apakah dia (Ozil) cedera? Apakah dia sakit? Kita tidak begitu tahu. Tidak dimainkan dalam 100 pertandingan tidak akan menjadi pertanyaan jika sang pemain memang benar cedera.”