Mesut Ozil Menganggur Bisa Bikin Unai Emery Dipecat

Mesut Ozil Menganggur Bisa Bikin Unai Emery Dipecat

Gaji Mesut Ozil sangat besar sehingga membuatnya menganggur bisa membuat pelatih Unai Emery dipecat di Arsenal, menurut legenda The Gunners Ray Parlor.

Mantan pemain Jerman, Ozil, menandatangani kontrak baru sebesar 350.000 pound (6,43 miliar rupiah) per minggu di Arsenal tahun lalu, tetapi kini terlemar keluar dari jajaran pemain favorit Unai Emery.

Ozil dibuat menganggur sama banyaknya dengan bermain musim ini. Sang pemain keturunan Turki itu baru bermain sebagai starter 13 kali dalam 26 pertandingan Arsenal di Liga Inggris musim ini, tetapi tetap menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di London Utara.

BACA:  Arsenal Boleh Bersiap Tersingkir di Liga Europa Jika Lihat Data Ini

Emery dikabarkan kehilangan dukungan dari para pemainnya saat masih menangani Paris Saint-Germain setelah berselisih dengan Neymar, dan Parlour khawatir situasi serupa bisa terjadi di Emirates dengan Ozil.

“Situasi di Arsenal sudah sedikit mirip PSG dengan Neymar,” kata Parlour. “Neymar akhirnya membuat Emery dipecat.”

Advertisement
OLE777
OLE777

“Dia (Emery) kehilangan dukungan dari para pemainnya dan Neymar telah menggunakan pengaruh yang dia miliki di sana. Mungkin itu bisa terjadi di Arsenal.”

Mesut Ozil kesulitan tinggalkan Arsenal

Ozil, telah dikaitkan dengan kepindahan dari Arsenal tetapi gajinya yang sangat besar akan menimbulkan masalah bagi setiap calon klub yang ingin merekrutnya.

BACA:  Mesut Ozil Main Bagus, Arsenal Harus Beri Kesempatan

Ditanya apakah menurutnya Ozil akhirnya akan meninggalkan The Gunners, Parlor menambahkan: “Sepertinya itu bisa terjadi.”

“Namun dengan Arsenal menggaji dia 350.000 pound (6,43 miliar rupiah) per minggu. Siapa yang berani membayar uang sebanyak itu? Harus ada saat dalam karier Anda, ketika Anda berusia lebih dari 30 tahun, Anda tahu Anda berada pada situasi yang sulit. Anda harus mengambil keputusan.”

“Dia (Ozil) bisa tetap bertahan dan menghabiskan kontraknya di Arsenal, dan berkata ‘mainkan aku saat kau mau’. Para pemain memegang semua kendali.”

BACA:  Arsenal Samakan Skor Agregat 1-1 Berkat Gol Bunuh Diri, Kasihan!

“Saat seorang pemain tidak masuk tim inti, Anda menginginkan reaksi dari pemain itu – terutama saat sesi latihan. Perlihatkan sikap yang Anda inginkan untuk kembali ke skuad. Saya tidak tahu seperti apa dia (Ozil) dalam pelatihan.”