Mikel Arteta Terang-Terangan Marahi Nicolas Pepe, Tuding Bikin Arsenal Ambruk!

Gilabola.com – Tanpa basa-basi, manajer Mikel Arteta mengaku bahwa dia benar-benar marah atas tindakan tak terpuji pembelian termahal timnya Nicolas Pepe yang menerima kartu merah dalam laga imbang kontra Leeds.

Bahkan Mikel Arteta terang-terangan berbicara di depan publik bahwa kartu merah Nicolas Pepe membuat Arsenal merasa down lantaran harus bermain dengan 10 pemain dalam laga imbang tanpa gol melawan Leeds United di Elland Road, Minggu (23/11) malam WIB.

Pemain internasional Pantai Gading itu langsung diganjar kartu merah oleh wasit Anthony Taylor karena tandukannya pada Ezgjan Alioski, yang sejujurnya juga memanfaatkan situasi dengan bersikap lebay untuk membuat pengadil lapangan mengeluarkan kartu dari kantongnya.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Tanpa rekor transfer klub dengan harga 1,36 Trilyun rupiah itu, Arsenal hanya sanggup mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga, sementara mereka digempur dengan 25 tembakan dari tuan rumah, beruntung barisan pertahanan tampil baik untuk mampu menetralisir serangan.

Para fans Meriam London sudah meluapkan kemarahan mereka kepada mantan bintang Lille berusia 25 tahun itu dengan sebutan “mati otak”, dan kini giliran manajer Mikel Arteta yang terang-terangan mengaku tidak senang dengan tindakan pemainnya selama wawancara pasca pertandingan dengan Sky Sports.

“Itu tidak bisa diterima,” kata manajer Spanyol berusia 38 tahun itu. “Saya telah berbicara dengannya; itu tidak bisa diterima. Saya sangat menyukai kepribadian tim. Ketika Pepe membuat tim ambruk dengan kartu merahnya, lihat betapa kami menderita bersama dan tetap berpegang pada apa yang harus kami lakukan.”

Berkaca pada kinerja timnya, Mikel Arteta merasa satu poin dapat diterima mengingat The Gunners memainkan mayoritas babak kedua dengan 10 pemain, dengan mantan asisten Pep Guardiola itu mengatakan, “Mempertimbangkan bagaimana kami membuat Pepe diusir, hasil imbang ini bisa diterima. Saya tidak pernah suka bermain imbang, tapi dalam situasi tertentu satu poin tidak masalah.”

“Dalam 30 menit pertama kami lebih dominan dan menciptakan banyak masalah. Tapi kemudian permainan terhenti dan kami memberikan bola di area yang sulit. Kami menderita dan di babak kedua kami bermain lebih awal dengan 10 pemain dan kami harus bertahan dengan baik untuk menanganinya, dan memanfaatkan kecepatan para pemain kami dan ruang yang mereka tinggalkan.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO