Mohamed Salah Marah Dicadangkan Saat Liverpool vs Everton

Mohamed Salah Marah Dicadangkan Saat Liverpool vs Everton

Gilabola.com – Mohamed Salah dikabarkan marah karena dibangkucadangkan dalam laga Liverpool kontra Everton di derby Merseyside, Kamis (5/12) WIB, yang dimenangkan the Reds 5-2.

Liverpool mengalahkan Everton dalam derby Merseyside di Anfield tanpa Salah, setelah pelatih Jurgen Klopp memutuskan untuk mengistirahatkan pemain asal Mesir itu.

Klopp tidak memainkan Salah dan Roberto Firmino, di mana keduanya hanya mendekam di bangku cadangan saat Divock Origi dan Xherdan Shaqiri dipilih manajer asal Jerman itu sebagai starter.

Origi mencetak dua gol dalam laga tersebut, sementara Shaqiri juga mencetak gol dalam kemenangan telak tersebut, yang membuat The Reds melanjutkan awal tak terkalahkan mereka musim ini.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Namun mantan striker Liverpool dan Timnas Inggris, Peter Crouch, berpikir Mohamed Salah ingin terlibat dalam pertandingan tersebut.

“Saya pikir dia (Salah) akan marah saat dia berada di bangku cadangan,” kata Crouch di Amazon Prime. “Dia ingin menjadi bagian dari tim itu. Dia memiliki aspirasi untuk Sepatu Emas, kita tahu seperti apa dia,” tandas Crouch.

“Dia telah beralih dari pemain sayap ke striker yang egois. Dia tidak akan duduk di bangku cadangan dan menikmati rekan setimya bermain,” tambahnya.

“Dia akan duduk di sana (di bangku cadangan) dan berpikir dia bisa mencetak dua atau tiga gol. Jika ada satu orang yang mungkin pergi meninggalkan stadion dan tidak begitu senang, itu mungkin dia,” tandas Crouch yang juga mantan bintang Liverpool di era 2005 – 2008.

“Saya ingat ketika Inggris bertanding melawan Andorra, dan saya merasa Mohamed Salah seperti berkata, ‘masukan saya ke lapangan’,” tegas mantan striker berusia 38 tahun tersebut.

Legenda Arsenal, Thierry Henry, pun turut berkomentar dengan dicadangkannya Salah dalam laga ini. “Ini tentang sebuah tim. Orang-orang mengatakan mereka (Liverpool) tidak membeli siapapun, tetapi dia (Klopp) memercayai tim yang dimilikinya,” tandas Henry yang terakhir mengasuh bekas klubnya, AS Monaco, itu.

“Para pemain tahu persis apa yang Klopp inginkan dari mereka. Salah tidak boleh bahagia tapi dia adalah seorang pemenang dan pemenang ingin memainkan setiap pertandingan,” tandasnya.