Mourinho 12 Trofi Sejak 2008, Tottenham Nol Trofi Sejak 2008

Mourinho 12 Trofi Sejak 2008, Tottenhom Nol Trofi Sejak 2008

Tahukah Anda bahwa Jose Mourinho mengoleksi 12 trofi sejak terakhir kali Tottenham Hotspur memenangkan piala, yakni tahun 2008.

Klub berjuluk The Lilywhites itu resmi mencantumkan nama Jose Mourinho sebagai pelatih kepala mereka Rabu (20/11) sore ini, hanya selisih 12 jam saja sejak pemecatan Mauricio Pochettino diumumkan pada Rabu dinihari.

Dan data yang kita miliki soal prestasi Mourinho mungkin menjadi alasan kuat bagi chairman Spurs David Levy untuk menunjuk mantan pelatih Chelsea dan Manchester United itu menjadi manajernya. Sejak 2008, yaitu kali terakhir Tottenham meraih gelar Piala Liga, sang pelatih Portugal sudah merengkuh 12 trofi tambahan dalam lemari pialanya. Koleksi 12 trofi Mourinho sejak 2008 itu adalah sebagai berikut:

  • dua trofi juara Serie A bersama Inter (2009, 2010)
  • satu Coppa Italia bersama Inter (2010)
  • satu Supercoppa Italiana bareng Inter (2008)
  • satu kuping besar Liga Champions bersama Inter (2010)
  • satu trofi La Liga bareng Real Madrid (2012)
  • satu Copa del Rey bareng Real Madrid (2011)
  • satu Supercopa de Espana bersama Real Madrid (2012)
  • satu Piala Liga bareng Chelsea (2015)
  • satu Piala Liga bersama Man Utd (2017)
  • Community Shield bareng Man Utd (2016)
  • Liga Europa bareng Man Utd (2017)

Sumber lain dari Sky Sports di bawah ini menyebut hanya 10 piala, bukan 12 trofi yang direbut oleh Jose Mourinho sejak 2008. Mungkin gelar Serie A pertamanya bareng Inter tahun 2008 tidak dihitung karena terjadi sebelum tanggal Piala Liga yang direbut Spurs tahun yang sama? Juga kemungkinan lainnya Community Shield yang diraih Manchester United tahun 2016 diabaikan karena bukan piala berkategori besar.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Apa pun itu, pemilihan nama Mourinho merupakan sebuah pilihan serius bagi Tottenham. Mereka tak mungkin disalahkan oleh pendukungnya dengan memilih manajer Portugal tersebut. Kita sebagai penonton juga masik asyik menyaksikan Liga Inggris karena nyaris semua pelatih terbaik dunia kini berkumpul di Premier League.