Mourinho Turunkan Standar Kesuksesan, Bukan Juara, Bukan No 2, No 3

Mourinho Turunkan Standar Kesuksesan, Bukan Juara, Bukan No 2, No 3

Dengan berat hari Jose Mourinho turunkan standar kesuksesannya di dunia sepak bola, bukan lagi juara Liga Inggris atau juara Liga Champions, bukan lagi finish di urutan kedua atau ketiga, tapi cukup ranking keempat dan lolos ke kompetisi elit Eropa.

Mourinho turunkan standar kesuksesan dengan membenarkan bahwa keberhasilan terbesar dirinya musim ini bukanlah memenangkan trofi Liga Champions tapi mampu membawa Tottenham Hotspur finish di peringkat keempat klasemen akhir Liga Inggris.

Sebelumnya pria asal Portugal itu pernah berkata bahwa keberhasilan terbesar sepanjang karirnya adalah ketika membawa Manchester United bercokol di peringkat kedua pada akhir musim 2017/2018.

Padahal Mourinho terkenal dengan prestasinya menggondol trofi dan titel juara, seperti membawa FC Porto dan Inter meraih gelar juara Liga Champions, selain menggondol gelar juara liga domestik bersama Chelsea dan Real Madrid.

Mourinho Turunkan Standar Kesuksesan

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Namun kini Mourinho turunkan standar kesuksesan dengan bermimpi membawa The Lilywhites mengakhiri musim pada peringkat keempat klasemen akhir Premier League. Cukup peringkat keempat! Bukan juara, runner up, atau ranking ketiga. Ucapannya ini bisa dimaklumi sebab Spurs kini sudah tidak diperkuat Harry Kane dan Son Heung-min yang sama-sama cedera, padahal keduanya menjadi penyumbang terbanyak pundi-pundi gol Tottenham musim ini.

Kini Tottenham Hotspur akan melakoni derby London melawan Chelsea, Sabtu (22/02) malam, memperebutkan peringkat keempat yang selama ini dihuni anak asuh Frank Lampard itu.

“Dengan kondisi-kondisi seperti ini [cedera pemain], maka iya,” aku Jose Mourinho kala ditanya apakah bercokol di peringkat keempat melebihi kesuksesan bersama Man United. “Kami harus menerima hal tersebut. Kembali saya katakan para pemain bermain dengan fantastis usai membawa kami ke posisi yang seharusnya, yaitu posisi untuk bersaing memperebutkan peringkat keempat.”

“Situasinya sulit. Saya rasa tidak ada satu pun yang pasti di Liga Inggris, dan bahkan di kompetisi Eropa (Liga Champions) dengan situasi sulit seperti yang melanda kami dalam hal cedera-cederanya pemain pada beberapa posisi.”

“Sonny dan Harry, mereka mencetak sebagian besar gol bagi Tottenham. Musim ini sangat negatif sampai-sampai kami tidak diperkuat oleh keduanya di saat yang sama untuk waktu yang lama. Jadi ya, pencapaian [terbaik] ini bukan untuk saya tapi pencapaian terbesar grup secara kolektif andai kami bisa mengakhiri musim di peringkat keempat tanpa diperkuat Harry dan Sonny.”