Naby Keita Tolak Barcelona, Bayern Munchen Demi Jurgen Klopp

Naby Keita pilih bergabung dengan Liverpool karena faktor Jurgen Klopp dan Sadio Mane.
Naby Keita pilih bergabung dengan Liverpool karena faktor Jurgen Klopp dan Sadio Mane.

Gilabola.com – Naby Keita mengaku menolak tawaran dari Barcelona dan Bayern Munchen karena dirinya ingin dilatih oleh Jurgen Klopp di Liverpool.

Keita didatangkan dari RB Leipzig dengan mahar sebesar Rp 940 miliar pada Agustus tahun lalu tapi baru resmi hengkang pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Pesepak bola berusia 23 tahun ini mengaku ia menolak Barcelona dan jawara Bundesliga Bayern Munchen demi memperkuat Liverpool.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Memang benar ada tim-tim lain yang berminat seperti yang Anda sebutkan. Tapi sebagian besar keputusan saya berdasarkan sosok pelatih,” aku Keita pada The Guardian dan Telegraph.

“Kami melakukan pembicaraan yang baik. Kata-kata yang diucapkan Klopp tentang proyek ini meyakinkan saya. Saya bisa melihat bagaimana klub berkembang dan saya pun sudah berbicara banyak dengan Sadio (Mane).”

“Bagi saya Sadio sudah seperti saudara sendiri. Kami bersama-sama sembilan bulan di Salzburg dan membangun hubungan yang baik. Kami sudah berteman baik sejak saat itu. Dia berkata kepada saya tentang betapa hebatnya Liverpool dan bagaimana tim berkembang, serta potensi besar yang ada.”

“Saya rasa aspek fisik tidak akan memberikan dampak negatif apapun terhadap saya.”

“Saya sering menyaksikan pertandingan sepak bola Inggris dan saya akan beradaptasi melalui laga-laga persabatan jelang musim baru. Saya suka memenangi bola kembali. Itu sesuatu yang saya cintai.”

“Saya seseorang yang mempunyai mentalitas kemenangan ini. Saya memiliki keinginan besar untuk menang. Itu sebabnya saya agresif di atas lapangan.”

“Sebagai gelandang, ketika Anda sudah menutup lini belakang, tugas saya adalah memberikan amunisi bagi para striker dan lini depan, untuk menciptakan peluang-peluang emas bagi mereka.”

“Selain itu jika saya mempunyai kesempatan maju ke depan, saya akan mengambil dan mencetak gol. Tapi saya pemain yang mementingkan tim. Saya selalu memikirkan tim dan skuad yang utama.”