Site icon Gilabola.com

Nasib Igor Tudor di Ujung Tanduk! Tottenham Siapkan Pelatih Baru Jika Hasil Buruk Berlanjut

Igor Tudor pelatih Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur dikabarkan mulai menyusun rencana darurat terkait masa depan Igor Tudor. Laporan terbaru dari TEAMtalk menyebutkan bahwa posisi pelatih asal Kroasia tersebut bisa berada dalam bahaya apabila Spurs gagal meraih kemenangan saat menghadapi Crystal Palace pada laga Jumat dinihari nannti pukul 03.00 WIB.

Tudor ditunjuk sebagai pelatih sementara Spurs hingga akhir musim setelah manajemen Tottenham memecat Thomas Frank. Tugas utamanya: menjauhkan klub London Utara itu dari ancaman degradasi di Liga Inggris.

Namun, awal kepemimpinannya tidak berjalan sesuai harapan. Pelatih berusia 47 tahun tersebut langsung menelan dua kekalahan beruntun dalam dua pertandingan pertamanya bersama Spurs, meskipun sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kerap mampu memperbaiki performa tim dalam situasi sulit.

Situasi Tottenham semakin genting setelah hasil pertandingan berikutnya tidak berpihak kepada mereka. Kondisi ini membuat tekanan terhadap Spurs semakin besar menjelang duel melawan tim asuhan Oliver Glasner. Saat ini, Tottenham hanya unggul satu poin dari zona degradasi.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Tottenham telah melewatkan 10 pertandingan liga tanpa kemenangan. Terakhir kali mereka meraih tiga poin terjadi pada akhir Desember saat mengalahkan Sunderland.

Kemenangan pertama mereka di liga pada tahun 2026 kini menjadi target mutlak. Namun di balik itu, manajemen klub disebut-sebut sudah mulai khawatir dan mulai mempertimbangkan berbagai opsi jika performa tim kembali mengecewakan.

Dewan Klub Mulai Ragu dengan Tudor

Manajemen Tottenham awalnya yakin Tudor adalah sosok yang tepat untuk menyelamatkan klub dari ancaman degradasi. Kepercayaan itu tidak lepas dari rekam jejaknya saat menangani Lazio dan Juventus pada masa lalu.

Bersama dua klub tersebut, Tudor sempat datang di tengah musim dan mampu memberikan dampak instan. Ia memimpin masing-masing tim meraih delapan kemenangan dengan hanya satu kekalahan dari sepuluh pertandingan terakhir musim mereka.

Namun, situasi di Tottenham tampaknya berbeda. Bahkan sebelum mencapai jumlah pertandingan yang sama, Tudor sudah menelan lebih banyak kekalahan dibandingkan catatan lamanya.

Menurut laporan TEAMtalk, jajaran petinggi Tottenham kini mulai memiliki kekhawatiran serius bahwa Tudor mungkin bukan sosok yang tepat untuk membalikkan keadaan.

Kekalahan dari Arsenal memang masih bisa dimaklumi, meski tetap mengecewakan. Akan tetapi, yang membuat manajemen semakin khawatir adalah tidak adanya perkembangan performa saat Spurs kembali kalah dari Fulham pada pekan berikutnya.

Padahal, Tudor memiliki waktu satu minggu penuh untuk memperbaiki berbagai kelemahan tim di sesi latihan.

Situasi juga menjadi lebih sensitif setelah Tudor beberapa kali melontarkan kritik terhadap para pemainnya di media. Strategi tersebut dinilai berpotensi memperkeruh suasana di ruang ganti, terlebih Tottenham saat ini sedang terlibat dalam pertarungan sengit untuk menghindari degradasi.

Tottenham Mulai Pertimbangkan Opsi Pelatih Lain

Laporan yang sama menyebutkan bahwa para pengambil keputusan di Tottenham sudah mempelajari sejumlah alternatif jika mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Tudor.

Kekalahan ketiga secara beruntun diyakini bisa membawa konsekuensi besar bagi pelatih asal Kroasia tersebut. Posisi Tottenham di klasemen semakin rawan setiap pekannya, sehingga klub tidak memiliki banyak waktu untuk bersabar.

Tudor kini sangat membutuhkan penampilan impresif dari para pemainnya saat menghadapi Crystal Palace. Jika kembali gagal meraih hasil positif, masa jabatannya di Tottenham bisa saja berakhir sangat cepat setelah pertandingan tersebut.

Sementara itu, menurut sumber dari GIVEMESPORT, Tottenham sebenarnya sudah menyiapkan dua kandidat utama untuk posisi pelatih permanen pada musim panas mendatang, yakni Mauricio Pochettino dan Roberto De Zerbi.

Namun rencana jangka panjang tersebut bisa menjadi tidak relevan jika Tottenham gagal bertahan di Premier League dan terdegradasi pada akhir musim.

sumber: Givemesport.com

Exit mobile version