Newcastle Cemas Gagal Kaya, Sang Pangeran Diserang

Newcastle Cemas Gagal Kaya, Sang Pangeran Diserang

Gila Bola – Newcastle United secara mengejutkan mendapatkan batu sandungan dalam rencana peralihan kepemilikan untuk klub Liga Inggris tersebut.

Newcastle United saat ini tengah berbunga-bunga, karena tak lama lagi akan menjadi klub kaya dan bahkan sudah mengincar pemain buruan yang diinginkan. Saat tengah ‘terbang ke langit ke tujuh’ wajah mereka bagai ditampar tunangan mendiang Khashoggi.

Tunangan mendiang jurnalis Saudi Arabia Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, telah melancarkan serangan terhadap pangeran Mohammed bin Salman. Hatice Cengiz telah mendesak Kepala Premier League untuk mengagalkan serah terima klub Liga Inggris tersebut kepada sang pangeran kontroversial.

Proses pengalihan kepemilikan The Magpies sendiri tidak lama lagi bisa dirampungkan dan membuat girang fans yang ingin klub idola mereka bisa sebesar Manchester City. Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, lantas memperingatkan jika kesepakatan itu akan ‘sangat menodai’ citra Premier League dan reputasi Inggris jika nantinya berhasil dirampungkan.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Khashoggi yang tinggal di Amerika Serikat merupakan seorang kritikus pemerintah Saudi. Ia secara tragis telah dibunuh di dalam Konsulat negara tersebut di negara Turki pada tahun 2018 silam.

Cengiz lantas dengan berani menuduh putra mahkota, Mohammed bin Salman, menggunakan pengaruh dan kekayaan dirinya ke dunia olahraga internasional untuk memperbaiki reputasinya yang buruk akibat kejadian tersebut. Cengiz curiga sang pangeran ada dibalik otak pembunuhan terhadap Khashoggi.

Cengiz mengingatkan jika pihak Intelijen Amerika CIA dan PBB telah menyimpulkan jika sang pangeran telah memerintahkan pembunuhan Jamal. Cengiz lantas mendesak otoritas Inggris dan Premier League untuk mengintervensi atau menghentikan proses peralihan kepemilikan The Magpies sebelum terlambat.

Newcastle United berpeluang besar sukses peralihan kepemilikan

Permintaan ini kecil kemungkinan akan berhasil dikabulkan, karena pihak pemerintah sendiri telah menegaskan tidak akan ikut campur. The Magpies masih harap-harap cemas sebelum proses ini tuntas.

Khashoggi sendiri merupakan mantan manajer umum dan kepala editor Al-Arab News Channel yang dibunuh secara sadis pada 2 Oktober 2018 silam. Para pejabat Turki menemukan bukti adanya pengelabuan selama inspeksi dan bukti yang mendukung keyakinan bahwa sang jurnalis telah dibunuh di konsulat, tidak seperti klaim Arab Saudi.

Ia awalnya ke konsulat untuk mengambil dokumen pernikahannya, namun tidak pernah keluar lagi dari gedung konsulat karena diduga dibunuh. Mayatnya dimutilasi kemudian dihancurkan, lalu dibuang di lokasi yang tidak diketahui atau tidak ditemukan sama sekali.

Pihak yang pertama kali meyakini sang pangeran terlibat adalah Central Intelligence Agency atau CIA. Mereka disebut The Reuters memiliki rekaman hasil sadapan percakapan sang pangeran yang memerintahkan pembungkaman Jamal Khashoggi.

Tuduhan itu telah dibantah pihak Arab Saudi melalui Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir. Sang pangeran tidak bisa diseret ke pengadilan, namun Cengiz masih curiga jika Mohammed bin Salman terlibat.