Newcastle United Belum Didapat, Hak Siar Liga Inggris Diincar Juga

Newcastle United Belum Didapat, Hak Siar Liga Inggris Diincar Juga

Gilabola.com – Newcastle United belum resmi dimiliki konsorsium Arab Saudi, namun hak siar Liga Inggris sudah mulai mereka incar.

Newcastle United sebelumnya mulai berani mengganggu transfer klub lain meski belum resmi dimiliki pangeran Mohamed bin Salman beserta konsorsium Arab Saudi. Saat belum juga diresmikan, sang pangeran belum puas dan mulai menyasar hak siar televisi untuk laga-laga gelaran Liga Inggris.

Pihak BeIN Sports yang berbasis di Qatar masih punya hak siar laga-laga Liga Premier di Timur Tengah dan Afrika Utara dan sudah lama menjadi lawan pihak Arab Saudi. Mereka bahkan telah menulis kepada pihak berwenang dan mendesak kepala eksekutif Richard Masters untuk memblokir kesepakatan senilai 300 juta poundsterling atau setara 5.743 trilyun rupiah dari pihak sang pangeran.

Pihak BeIN Sports dengan geram telah menuduh pihak Arab Saudi telah streaming pertandingan secara ilegal atau membajak siaran mereka tetapi tudingan mereka langsung dapat perlawanan. Mereka dituding pihak Saudi ketakutan saja karena akan kehilangan kontrak di 2022 mendatang.

Newcastle United tetap berpeluang mulus dalam peralihannya

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Sumber The Daily Mail melaporkan jika konflik berkepanjangan antara pihak Qatar dan Saudi sangat berbau politis. Perseteruan mereka dimotivasi oleh uang dan status. BeIN cemas pihak Saudi akan menguasai Liga Inggris juga.

Liga Inggris dan Liga Champions sangat besar di Saudi dan, untuk Liga Inggris adalah pasar yang belum dimanfaatkan dalam hal keuntungan komersial. Apabila pengambilalihan Newcastle mulus maka Saudi akan mulai mempersiapkan untuk membeli hak siar Liga Inggris. Akan diadakan tender terbuka yang akan dimulai tahun depan dan mereka memiliki kekuatan keuangan yang kuat untuk mengalahkan kubu Qatar. Pihak Liga perlu dana besar akibat gangguan pandemi virus corona.

Hingga kini pengambilalihan Newcastle masih memiliki penentang, termasuk pihak Amnesty International atau kelompok hak asasi manusia dan janda mendiang Khashoggi. Pembaca berita beIN Sports, Richard Keys, juga ikut menentang kesepakatan yang membuat persaingan antara perusahaan Qatar dan Arab Saudi memanas tersebut.

Pihak pemerintah Inggris sendiri sudah menegaskan jika mereka tidak akan ikut campur dalam kisruh pengambilalihan salah satu klub Liga top di negara tersebut. Meski begitu semua tentangan berpeluang gagal dalam waktu dekat.