Gilabola.com – Nama Sandro Tonali terus menjadi bahan perbincangan di Italia, terutama terkait masa depannya bersama Newcastle United. Media di negaranya kerap meragukan apakah sang gelandang akan bertahan dalam jangka panjang di klub Liga Inggris tersebut.
Dalam laporan sebelumnya, disebutkan bahwa pihak yang dekat dengan Tonali berupaya membuka peluang agar pemain tersebut bisa meninggalkan klub. Namun, media Italia lain menilai peluang itu tidak mudah terwujud.
Salah satu faktor utamanya adalah tingginya nilai yang dipasang Newcastle, sehingga klub-klub Italia kesulitan untuk menebusnya. Upaya Juventus untuk merekrut Tonali pun dinilai sangat sulit karena tuntutan harga yang tinggi.
Khephren Thuram Masuk Daftar Target
Meski kemungkinan Tonali bertahan masih terbuka, Newcastle tetap bersiap dengan opsi lain. Salah satu nama yang muncul adalah Khephren Thuram, gelandang milik Juventus.
Laporan dari Italia menyebutkan bahwa Thuram berpotensi hengkang pada bursa transfer musim panas, terutama jika tim asuhan Luciano Spalletti gagal lolos ke Liga Champions. Situasi tersebut bisa memaksa klub melakukan penjualan besar untuk menyeimbangkan keuangan.
Thuram sebelumnya didatangkan dari Nice dengan nilai sekitar €20 juta (sekitar Rp340 miliar). Kini, nilainya meningkat signifikan, dan Juventus berpotensi mendapatkan keuntungan besar jika melepasnya.
Selain Newcastle, klub seperti Manchester United dan Liverpool juga disebut tertarik pada pemain berusia 25 tahun tersebut.
Untuk memboyong Thuram, klub peminat harus menyiapkan dana sekitar €60 juta atau setara Rp1 triliun. Harga tinggi ini mencerminkan peran pentingnya dalam skuad Juventus, yang tidak ingin melepasnya dengan harga murah.
Di sisi lain, Juventus juga sedang mengupayakan kontrak baru untuk Thuram, meski keputusan akhir sangat bergantung pada hasil akhir musim mereka.
Perbedaan Gaya Bermain Thuram dan Tonali
Walaupun kualitas Thuram tidak diragukan, gaya bermainnya berbeda dengan Tonali. Gelandang tim nasional Prancis itu dikenal sebagai pemain yang kuat membawa bola dan lebih efektif bermain di area yang lebih maju di lini tengah.
Sebaliknya, Tonali lebih sering ditempatkan sebagai gelandang bertahan musim ini di Newcastle. Namun, peran tersebut juga dianggap belum sepenuhnya memaksimalkan kemampuannya sejak meninggalkan AC Milan.
Thuram sendiri lebih dikenal sebagai gelandang tipe “nomor delapan” yang aktif membantu serangan. Jika dimainkan terlalu dalam, ada risiko kekuatannya tidak dimanfaatkan secara optimal.
Meski demikian, perubahan peran seperti yang dialami Tonali membuka kemungkinan bahwa Newcastle memiliki rencana serupa jika benar-benar mendatangkan Thuram.

