Site icon Gilabola.com

Nicolas Jackson ke Aston Villa: Reuni dengan Emery dan Misi Menghidupkan Kariernya

Nixolas Jackson resmi jadi pemain Aston Villa

Aston Villa sedang membutuhkan suntikan energi setelah awal musim yang membuat mereka terpukul. Di tengah situasi itu, klub mengambil langkah besar dengan mendatangkan Nicolas Jackson dari Chelsea.

Jackson datang bukan hanya untuk mengisi tempat yang kemungkinan ditinggalkan Ollie Watkins. Penyerang 25 tahun itu juga membawa sesuatu yang cukup familiar bagi Unai Emery: kemampuan menyerang ruang, bergerak melebar, membawa bola, dan bekerja keras untuk tim.

Jackson Reuni Dengan Emery

Kedatangan Jackson terasa semakin menarik karena ia akan kembali bekerja dengan Emery. Keduanya pernah berada di Villarreal ketika pemain asal Senegal tersebut mulai beradaptasi dengan sepak bola Spanyol.

Jackson mengakui Emery punya peran besar dalam perkembangannya.

“Dia adalah faktor besar ketika saya tiba di Spanyol,” kata Jackson.

Menurutnya, Emery sangat penting sejak awal kariernya di Villarreal. Sang pelatih juga disebut selalu menanyakan kondisi keluarganya dan ikut membantu perkembangan sang pemain.

Kini, keduanya kembali bertemu di Inggris.

Bagi Jackson, situasi itu bisa menjadi modal penting. Kariernya di Chelsea tidak berjalan mulus. Ia sempat menunjukkan perkembangan, terutama setelah mulai dipercaya sebagai penyerang tengah, tetapi cedera otot membuat paruh keduanya bersama Chelsea terganggu.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Setelah Chelsea mendatangkan Liam Delap dan Joao Pedro, posisinya semakin sulit. Jackson kemudian memilih menjalani masa peminjaman ke Bayern Munich setelah merasa tidak mendapatkan perlakuan yang diharapkannya dari klub.

Sekarang ia punya kesempatan baru.

Aston Villa Kehilangan Watkins, Jackson Punya Tugas Berat

Villa juga sedang menghadapi kemungkinan kehilangan sosok penting di lini depan.

Ollie Watkins telah menjadi bagian penting perjalanan klub selama enam musim di Premier League. Ia selalu mencetak setidaknya dua digit gol dalam setiap musimnya bersama Aston Villa.

Watkins juga telah masuk ke klub 100 gol Villa, memenangkan penghargaan Players’ Player of the Season, masuk nominasi PFA Team of the Year, serta membantu klub mengakhiri penantian 30 tahun untuk sebuah trofi besar.

Namun, Watkins kini berusia 30 tahun dan disebut terbuka untuk pindah ke Arab Saudi. Ia bahkan tidak masuk skuad ketika Villa menghadapi Brighton, meski Brian Madjo dan Tammy Abraham mengalami cedera.

Emery memilih tidak banyak berkomentar soal ketidakhadiran Watkins.

Villa pun bergerak mencari pengganti. Pilihan mereka jatuh kepada Jackson.

Chelsea menerima kesepakatan senilai £65 juta untuk melepas sang penyerang. Nilai tersebut menjadikannya rekrutan termahal dalam sejarah Aston Villa, melewati £59,5 juta yang sebelumnya dikeluarkan untuk Johan Manzambi dari Freiburg.

Tugas Jackson jelas tidak ringan. Watkins sudah menjadi jaminan gol Villa selama bertahun-tahun.

Tetapi ada alasan mengapa Jackson tetap masuk akal sebagai penggantinya.

Jackson Bukan Watkins, Tapi Karakternya Mirip

Kelemahan Jackson cukup jelas.

Ketika didatangkan Chelsea dari Villarreal pada musim panas 2023 dengan harga £32 juta, ia masih dianggap sebagai pemain berbakat yang membutuhkan banyak penyempurnaan. Kemampuan menyundul dan pergerakannya di dalam kotak penalti masih harus dikembangkan.

Bahkan ketika tampil dalam kondisi terbaik, Jackson juga bukan tipe penyerang yang dikenal sebagai finisher kejam.

Itu tentu bisa membuat suporter Villa bertanya-tanya.

Bagaimana mungkin pemain dengan masalah penyelesaian akhir menggantikan penyerang yang konsisten mencetak gol?

Jawabannya mungkin terletak pada cara Watkins memberikan kontribusi. Watkins tidak hanya berharga karena gol. Ia punya etos kerja tinggi, mampu bergerak ke sisi lapangan, bekerja di ruang antarbek, dan menjalankan peran sebagai penyerang tengah secara menyeluruh.

Jackson memiliki sejumlah karakter yang serupa.

Kecepatan dan volume pergerakannya di area channel bisa membuat pertahanan lawan terus bekerja. Ia juga mampu membawa bola melewati pemain bertahan dengan cara yang kreatif.

Kemampuan itu bahkan membuatnya mampu merepotkan bek seperti William Saliba dan Ibrahima Konate.

Jackson juga cukup nyaman menerima bola dengan membelakangi gawang. Sentuhan pertamanya dapat digunakan untuk menghubungkan permainan dengan rekan setim.

Ini penting untuk Aston Villa.

Sistem Emery banyak mengandalkan penyerang yang bermain dalam posisi sempit. Penyerang pendukung yang bisa bergerak bebas ke area lebar dapat memberikan variasi tambahan ketika Villa menyerang.

Jackson punya profil tersebut.

Reuni Dengan Emery Bisa Jadi Kunci

Ada satu hal yang mungkin lebih penting daripada sekadar kemampuan teknis Jackson.

Ia sudah mengenal Emery dan mempercayainya.

Jackson pernah berkembang di bawah pelatih asal Basque tersebut ketika berada di Villarreal. Saat itu, ia memang baru benar-benar mendapat tempat di tim utama pada bulan-bulan terakhir sebelum meninggalkan klub, tetapi pengaruh Emery terhadap perkembangannya tetap terasa.

Di Chelsea, Jackson harus beradaptasi dengan situasi yang jauh lebih kacau. Ia bahkan harus belajar memimpin lini depan secara langsung ketika baru beberapa bulan sebelumnya mulai memainkan peran sebagai penyerang tengah di Villarreal.

Aston Villa memberikan lingkungan berbeda.

Ia datang ke klub yang membutuhkan pemain dengan kemampuan berlari ke ruang, membawa bola, serta terlibat dalam kombinasi serangan. Dan di bangku pelatih, ada sosok yang sudah memahami karakter serta perkembangannya.

Itulah yang membuat transfer ini lebih masuk akal daripada sekadar mencari pengganti Watkins.

Exit mobile version