Paul Ince Muak pada Ole Gunnar Solskjaer

Paul Ince Muak pada Ole Gunnar Solskjaer

Legenda Manchester United, Paul Ince, mengaku muak dengan cara bermain Ole Gunnar Solskjaer. Dia bersikeras mereka harus lupakan cara bermain Sir Alex Ferguson.

Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk sebagai manajer permanen MU bulan lalu, setelah timnya tampil mengesankan selama menjadi pelatih sementara, menyusul pemecatan Jose Mourinho pada Desember lalu. Tapi, United alami tujuh kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir dan itu memunculkan keraguan atas kepemimpinannya.

Setan Merah menelan kekalahan 0-2 dari juara bertahan Liga Inggris, Manchester City, pada Kamis (25/4), dan itu membuat United kini terpaut tiga poin dari posisi empat besar.

Paul Ince yang memenangkan dua gelar Premier League dan 10 trofi secara total saat membela Manchester United, mengkritik pendekatan Solskjaer dan tekadnya untuk meniru pendekatan yang dilakukan mantan pelatih Setan Merah, Sir Alex Ferguson.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Ole harus melupakan Sir Alex Ferguson – dia (Solskjaer) manajer Man United sekarang. Kita sudah mencoba pendekatan yang bagus ini, di mana Ole mencoba melakukan apa yang telah dilakukan Sir Alex Ferguson,” tulis Ince untuk Paddy Power.

“Itu sudah menjadi masa lalu sekarang, kita perlu bergerak maju dari masa lalu. Semua hal tentang ‘legenda Ole’ – ya, dia mencetak gol kemenangan di final Liga Champions 1999, kita tahu itu. Tapi dia bukan legenda sekarang, dia sekarang manajer Manchester United,” tegasnya.

“Bagaimana dia akan melakukannya dengan ‘the Fergie Way’, itu membuat saya bingung dan saya tahu orang lain merasakan hal sama. Ferguson bukan manajer United saat ini,” ujarnya.

“Tidak diragukan lagi dia akan membantu jika Ole berada dalam masalah, tapi saya muak dan lelah karenanya. Dia (Solskjaer) manajer United sekarang, dia harus melupakan masa lalu dan menyadari bahwa Ferguson bukan manajer lagi, tapi dia,” tandas Ince.

“Saya melihat klub dan masa depannya benar-benar membuat saya khawatir. Mereka [tertinggal] sangat jauh dari banyak tim lainnya,” tambahnya.

“Mengapa para pemain itu tampil sangat bagus ketika Ole datang dan sekarang tidak? Tidak ada karakter, tidak ada kepemimpinan, tidak ada hasrat, tetapi manajer harus memotivasi para pemain juga. Mereka adalah pemain yang sama yang bermain impresif beberapa pekan lalu,” ujar Ince.

“Saya ingin dia sukses, tetapi saya tidak berpikir dia mampu melakukan pekerjaan itu. Ini pekerjaan membangun kembali [tim] yang sangat besar. Akankah ada pemain yang diperlukan klub untuk melakukannya ingin datang ke Man United dan bermain di bawah asuhannya? Saya tidak yakin, ini berbeda dengan [Pep] Guardiola dan [Jurgen] Klopp yang nama besarnya membuat pemain tertarik untuk datang,” tandasnya.

“Faktanya, mereka (MU) seharusnya menunggu hinggga akhir musim sebelum mereka mempermanenkan kontraknya. Tidap perlu terburu-buru, tetapi semua orang terjebak dalam euforia dan berpikir pakai perasaan daripada otaknya. Jika Anda pergi menanyakan kepada direksi klub sekarang apakah mereka seharusnya memberinya pekerjaan permanen – saya pikir kita tahu apa yang akan mereka katakan,” tambah Ince.