Paul Pogba Jadi Perkasa Usai Dapat Perlakuan Rasis

Paul Pogba Jadi Perkasa Usai Dapat Perlakuan Rasis

Berita Liga Inggris - Paul Pogba jadi perkasa usai dapat perlakuan rasis. Pemain klub Liga Inggris Manchester United itu melontarkan kalimat balasan yang memotivasi.

Gilabola.com – Paul Pogba jadi perkasa usai dapat perlakuan rasis. Pemain klub Liga Inggris Manchester United itu melontarkan kalimat balasan yang memotivasi.

Paul Pogba sendiri sudah didukung secara online oleh rekan satu tim di Manchester United, termasuk Harry Maguire dan Marcus Rashford. Sang gelandang mengatakan bahwa pelecehan rasis hanya bisa membuat dirinya lebih kuat dan memotivasi dirinya untuk berjuang demi generasi berikutnya.

Pemenang Piala Dunia Perancis itu sebelumnya dilaporkan Punch telah disiksa secara ras di media sosial setelah gagal penalti lawan Wolves. Beberapa rekan tim sang bintang mengkritik pelecehan tersebut, sementara manajer Timnas wanita Inggris Phil Neville menyerukan kepada para pemain untuk “memboikot” media sosial.

“Penghinaan rasis adalah pengabaian (atas perbedaan manusia),” ujar Pogba yang kini berusia 26 tahun tersebut. Bagi sang pemain, perjuangan para pendahulunya sejak era perbudakan masih lebih berat dari apa yang ia alami. Hal itu membuatnya jadi lebih kuat.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
RatuCasino77
RatuCasino77

Dalam pesan di Twitter, disertai dengan foto yang menunjukkan dirinya tengah memegang bayinya bersama potret almarhum ayahnya Fassou Antoine dan aktivis hak asasi sipil, Martin Luther King, ia menambahkan, “Nenek moyang saya dan orang tua saya telah menderita bagi generasi saya untuk bebas hari ini, untuk bisa bekerja, untuk bebas naik bus, untuk merdeka bermain sepak bola. Semua perlakuan ini malah membuat saya makin kuat untuk berjuang demi generasi penerus saya.”

Paul Pogba ingin rasisme menghilang dari dunia bola

Cuitan itu menjadi cuitan pertama Pogba sejak bulan Juli. Pada hari Sabtu, manajer The Red Devils Ole Gunnar Solskjaer mengatakan orang yang posting pelecehan rasis di media sosial “bersembunyi di balik identitas palsu”. Ia benci dengan para keyboard warrior tersebut.

Rekan satu timnya, Marcus Rashford, tak luput ditargetkan secara online setelah gagal penalti di laga mengejutkan kekalahan oleh Crystal Palace. Hal ini menjadi insiden keempat rasisme dalam dua minggu usai striker Chelsea Tammy Abraham dan pemain Reading Yakou Meite juga menerima pesan rasis online.

Twitter mengatakan akan bertemu dengan pemangku kepentingan untuk menunjukkan “aksi proaktif” yang dilakukan untuk mengatasi segala bentuk pelecehan rasis terhadap para pesepakbola. Hal ini masih perlu waktu untuk mereka atasi saat Pogba ingin rasisme menghilang dari dunia bola.