Paulo Fonseca Ungkap Dia Ditolak Spurs Karena Taktik Sepak Bola Menyerangnya

Gilabola.com – Paulo Fonseca merupakan salah satu manajer yang dikontak Tottenham Hotspur selama musim panas saat klub London Utara mencari bos permanen pengganti Jose Mourinho, tapi tidak ada kesepakatan di antara kedua belah pihak.

Kini Paulo Fonseca akhirnya buka suara soal kegagalannya mengambil pekerjaan di Spurs, mengklaim bahwa ketidaksepakatan dengan Fabio Paratici mengenai gaya sepak bola menyerangnya pada akhirnya membuatnya kehilangan pekerjaan potensial di klub London Utara tersebut.

Jose Mourinho dipecat pada April 2021 dan Ryan Mason kemudian mengambil alih sebagai manajer sementara klub hingga akhir musim, membantu The Lily Whites finish di urutan ketujuh dan lolos ke Liga Konferensi UEFA.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Selama musim panas, fokus Tottenham Hotspur kemudian pada pencarian juru taktik permanen anyar dengan mereka juga sempat dikaitkan dengan jasa eks bos Napoli Gennaro Gattuso dan pemenang scudetto bersama Inter Milan, Antonio Conte.

Kegagalan mendapatkan kedua manajer itu dan juga pada rencana untuk memulangkan Mauricio Pochettino dari PSG kemudian membuat pihak Spurs mengalihkan bidikan pada Paulo Fonseca, yang dikabarkan akan mundur dari pekerjaannya di Roma pada akhir musim.

Laporan kemudian menyebutkan bahwa taktisi Portugal itu kemudian sudah mencapai kesepakatan lisan dengan pihak Tottenham Hotspur untuk kontrak berdurasi dua tahun, dan kini pelatih berusia 48 tahun yang sekarang menganggur itu mengungkapkan kenapa kesepakatan itu pada akhirnya tidak berhasil, menyebut kedatangan Fabio Patarici sebagai biang dari kegagalan kesepakatan itu.

Dia mengatakan kepada The Telegraph, “Kesepakatan telah dilakukan. Kami merencanakan pramusim dan Tottenham menginginkan pelatih ofensif. Itu tidak diumumkan tetapi kami merencanakan pemain untuk pramusim. Tetapi segalanya berubah ketika direktur pelaksana baru tiba dan kami tidak setuju dengan beberapa ide dan dia lebih memilih pelatih lain.”

“Saya memiliki beberapa prinsip. Saya ingin menjadi pelatih tim-tim hebat tetapi saya menginginkan proyek yang tepat dan klub di mana orang-orang percaya pada ide-ide saya, cara saya bermain, dan ini tidak terjadi dengan direktur pelaksana. Itulah yang diminta oleh ketua Daniel Levy dan direktur olahraga Steve Hitchen, untuk membangun tim yang dapat memainkan sepakbola yang atraktif dan ofensif dan saya siap untuk itu.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO