Pelatih Arsenal Tak Marah Diejek Suporter Saat Lawan Fulham

Pelatih Arsenal Tak Marah Diejek Suporter Saat Lawan Fulham

Berita Bola – Pelatih Arsenal akui tak marah saat diejek suporter sendiri saat berlaga lawan klub Liga Inggris, Fulham. Unai Emery diejekan suporter dalam laga Selasa (1/1), hanya karena menarik keluar striker Alexandre Lacazette.

Sang manajer sendiri awalnya menikmati hubungan yang baik dengan suporter Arsenal sejak jadi suksesor Arsene Wenger. Pada saat tim kalah memalukan skor 1-5 dari Liverpool, fans Arsenal mulai berubah galak pada Emery.

Mereka makin emosian lagi pada saat melihat sosok Emery mengganti Alexandre Lacazette dengan Aaron Ramsey di laga lawan Fulham. Pada menit ke-75 sang pemain ditarik saat fans masih ingin melihatnya bermain.

Cukup wajar jika mereka kesal, Lacazette sendiri merupakan pencetak gol kedua bagi Arsenal sebelum ditarik. Granit Xhaka membuka keran gol untuk tuan rumah di menit ke-25. Setelah itu baru giliran Lacazette di menit ke-55.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Setelah unggul skor 2-0 Arsenal sempat kebobolan melalui Aboubakar Kamara. Ketika unggul satu gol tersebut Unai Emery nekat menarik Lacazette keluar. Aaron Ramsey mulai diturunkan dengan membuat fans kaget.

Pelatih Arsenal bisa mengerti pemikiran semua fans

Keputusan Emery itu membuat sebagian besar suporter Arsenal mengejek sang manajer. Ramsey sendiri terbukti bisa perbesar keunggulan Arsenal jadi skor 3-1 di menit ke-79. SKor 4-1 atas Fulham menutup laga. Artinya jelas jika keputusan sang manajer sudah tepat.

“Rapopo. Saya bisa mengerti ejekan dari suporter di laga tadi. Kalau secara taktik, kami berpikir saat itu kami memang perlu mengubah keseimbangan saja,” jelas Emery dengan kalem melalui Sky Sports.

“Kami tadi itu perlu pemain yang bisa dekat dengan Jean Michael Seri, atau tidak membiarkan dia bisa emainkan bola dengan gampangnya ancam pertahanan. Aaron Ramsey toh sanggup untuk melakukan itu dan juga membantu kami dalam menyerang serta mencetak gol sekalian. Alasan saya itu saja kok.”

“Saya perlu bebas melakukan apa yang jadi pekerjaan saya. Setiap suporter pasti memiliki pendapat yang berbeda-beda secara taktik. Bisa dimaklumi,” pungkas Unai Emery dengan penuh pengertian.