Pelatih Chelsea Ngambek, Ogah Satu Bis dengan Pemainnya

Pelatih Chelsea Ngambek, Ogah Satu Bis dengan Pemainnya

Bos Chelsea Maurizio Sarri benar-benar marah usai Chelsea kalah telak, 0-4, di kandang Bournemouth, Kamis (31/1). Ia bahkan ngambek dan tak mau satu bis dengan para pemainnya, dalam perjalanan kembali ke markas the Blues.

Usai pertandingan tersebut, Maurizio Sarri juga menuduh para pemainnya di Chelsea telah mengabaikan instruksinya. Alih-alih bergabung dengan skuad the Blues dalam bus tim yang menuju ke Stamford Bridge, Sarri yang tampak kecewa memilih kembali ke London dengan kendaraan terpisah. Jelas-jelas ini bukan kebiasaan pelatih Chelsea selama ini.

Sumber di dalam Stamford Bridge mengklaim, Sarri memilih cara ini agar bisa mempelajari mengapa taktiknya tidak bekerja dengan baik dalam skuadnya. Untuk pikirkan hal tersebut, Maurizio Sarri harus jauh dari kebisingan tim. Tapi keputusan Sarri yang tidak biasa ini malah menunjukkan adanya ketidakharmonisan antara pelatih kepala dan pemain di skuad Chelsea.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
K9Win
K9Win

Usai kekalahan memalukan 0-4 di kandang Bournemouth tersebut, Sarri juga bertanya kepada para pemain bintangnya terkait kinerja buruk mereka dalam laga itu, apakah dirinya yang menjadi alasan mengapa penampilan Chelsea menurun secara mengkhawatirkan. Apalagi, kekalahan 0-4 dari Bournemouth itu menjadi kekalahan terbesar Chelsea di Liga Premier sejak 1996 lalu.

Hanya Bicara Sendiri dengan Para Pemainnya

Usai pertandingan tersebut, pelatih asal Italia itu juga meminta staf pelatihnya, termasuk asisten Gianfranco Zola, untuk meninggalkan ruang ganti. Sarri kemudian hanya berbicara sendiri dengan para pemainnya.

Menurut Sportsmail, saat itu Sarri tidak melampiaskan emosinya atau meninggikan suaranya. Tapi, para pemain tersebut melihat betapa marahnya Sarri dengan kinerja buruk mereka.

Sarri terus menuntut jawaban, mengapa mereka tidak mengikuti instruksinya, dan ungkapkan saat-saat dalam permainan itu ketika para pemainnya tidak ikuti semua instruksinya. Sarri juga bertanya kepada skuadnya, mengapa mereka tampaknya mengabaikan apa yang telah mereka kerjakan dalam latihan dan tidak mampu jalankan dasar-dasar rencana taktisnya.

Pertanyakan Kemampuannya dalam Memotivasi Para Pemain

Lalu, selama konferensi pers pasca-pertandingan, Sarri mempertanyakan kemampuannya sendiri untuk memotivasi skuadnya.

“Setelah itu, kami bicara sebagai pria antara manajer dan para pemain. Kami sangat marah. Itu tidak dapat diterima untuk Chelsea dan kami harus menemukan solusinya,” ujar sang kapten, Cesar Azpilicueta.

Setelah 18 pertandingan tak terkalahkan di awal kepelatihan Maurizio Sarri, Chelsea kini hanya memenangkan satu dari lima pertandingan liga terakhir mereka.