Pelatih Tottenham Hotspur Bantah Kehilangan Dukungan Pemain

Pelatih Tottenham Hotspur Bantah Kehilangan Dukungan Pemain

Gilabola.com – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, membantah klaim yang menyebutkan dirinya kehilangan kepercayaan dari para pemain Spurs usai kemenangan 5-0 atas Red Star Belgrade di Liga Champions, Rabu (23/10) dinihari tadi.

Hotspur telah lakoni awal yang suram musim ini, dan laporan pekan lalu mengklaim bahwa metode latihan skuad The Lilywhites di bawah Pochettino membuat performa mereka memburuk.

Pelatih asal Argentina itu sering menuntut para pemainnya menghabiskan malam di tempat latihan setelah pertandingan Eropa, yang secara drastis memengaruhi waktu luang mereka. Diklaim pula, para pemain Spurs merasa tidak senang dengan kurangnya hari libur mereka dan merasa terbebani secara mental oleh tuntutan Pochettino kepada mereka.

Para pemain tampaknya tidak merasa terbebani secara mental selama kemenangan besar atas Belgrade, yang mereka bukukan berkat dua gol Harry Kane dan Son Heung-Min, serta satu gol Erik Lamela.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Berbicara setelah pertandingan, pelatih Tottenham Hotspur berusia 47 tahun itu mengangkat sendiri rumor tersebut dalam sebuah wawancara dengan BT Sport. Dia pun menegaskan desas-desus itu hanyalah omong kosong.

Pochettino awalnya sempat ditanya apakah hasilnya positif untuk timnya. “Ya, untuk kepercayaan diri, kemudian hari libur karena kami mencetak lima gol … selalu ada desas-desus dan keluhan tentang hari libur [tertawa],” ungkapnya.

“Saya berkata, ‘Oke, kamu mau libur? Oke kalau begitu besok libur. Jika Anda akan bahagia seperti ini dengan hari libur maka baiklah, kita akan libur,” tambah Pochettino.

“Selalu, dalam sepakbola, Anda mencoba mencari alasan, entah dari mana, tetapi masalahnya ada di lapangan. Performa kami tidak bagus dan itu saja,” ujar Pochettino.

Pelatih Tottenham Hotspur itu kembali ke formasi 4-2-3-1, dengan mainkan Tanguy Ndombele dan Moussa Sissoko di belakang empat pemain depan; Kane, Son, Dele Alli dan Lamela.

Spurs memimpin 2-0 berkat permainan menekan tingkat tinggi mereka, dan tampaknya telah kembali ke taktik yang membuat Pochettino sukses di London utara. Manajer asal Argentina itu mengakui, klubnya telah kehilangan arah sejak musim lalu, tapi ia juga mengatakan itulah caranya merespons kemunduran itu. “Anda selalu berusaha menemukan cara …. percikan bagi tim untuk memulai lagi. Ada beberapa hal dalam sepakbola yang tidak bisa Anda jelaskan,” ungkapnya.

“Dinamika tim berubah setelah final Liga Champions, tentu saja sangat sulit dan rumit untuk dijelaskan, tetapi yang paling penting adalah membangun tim bersama, bukan menciptakan drama, tetap tenang dan yakin. Untuk mengetahui hal ini dapat terjadi di tim mana pun selain tetap kuat dalam prinsip-prinsip Anda dan menerjemahkan kepercayaan itu ke tim,” ujar Pochettino.

“Tentu saja Anda tidak bisa menghentikan rumor tetapi yang paling penting adalah menunjukkan kami tetap bersama. Jika kami tidak menang maka alasannya, karena kami tidak bermain bagus, bukan hal bodoh yang terjadi di dalam,” tegasnya.