Pemain Premier League Paling Nakutin di Depan Gawang dan Sebaliknya

Pemain Premier League Paling Nakutin di Depan Gawang dan Sebaliknya

Inilah daftar pemain Premier League paling nakutin di depan gawang dan yang paling sok jago tapi jarang ngegolin. Sedihnya Mohamed Salah dari Liverpool masuk daftar yang terakhir.

Semua striker pasti nakutin kalau sudah di depan gawang. Tapi ada sejumlah penyerang di Liga Inggris yang sangat mematikan begitu memperoleh bola di depan gawang dan ada yang 50:50, bisa gol dan bisa juga tidak. Inilah daftar pemain Premier League paling nakutin.

Daftar di bawah ini dibikin untuk semua pemain yang sudah ngegolin lebih dari delapan kali atau delapan gol. Di bawah delapan gol tak dihitung karena bisa mengacaukan persentase. Iyalah, kalau baru satu atau dua gol dan dia baru turun dari bangku cadangan dan melakukan satu atau dua serangan, angkanya bisa 100%.

Dari mereka yang sudah menjaringkan delapan gol atau lebih, terdapat nama Jamie Vardy dari Leicester City di puncak klasemen daftar pemain Premier League yang paling nakutin. Dari 49 serangan yang dilepaskannya, 17 berubah menjadi gol. Angka konversinya 35%. Tertinggi dari semua pemain Liga Inggris. Di urutan kedua adalah Danny Ings dari Southampton dengan 48 percobaan serangan dan 13 gol atau 27%. Biasanya pemain bagus dari The Saints dibajak Liverpool nih, tapi belum ada tanda-tanda Ings akan diboyong balik ke Anfield.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Inilah daftar selengkapnya. Sekali lagi ini bukan daftar top skor atau banyak-banyakan gol di Liga Inggris tapi efisiensinya. Seberapa efisien seorang pemain saat mendapat si bundar di depan gawang lawan. Karena itu ada yang jumlah golnya lebih dikit tapi rankingnya lebih tinggi karena lebih mematikan. Ada juga yang gemar membuang-buang peluang di depan gawang lawan.

  • Jamie Vardy (Leicester) 49 shots, 17 gol, tingkat kesuksesan 35%
  • Danny Ings (Southampton) 48 shots, 13 gol, 27%
  • Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal) 54 shots, 13 gol, 24%
  • Sadio Mane (Liverpool) 47 shots, 11 gol, 23%
  • Sergio Aguero (Man City) 44 shots, 10 gol, 23%
  • Calvert-Lewin (Everton) 36 shots, 8 gol, 22%
  • Chris Wood (Burnley) 37 shots, 8 gol, 22%
  • Harry Kane (Tottenham) 56 shots, 11 gol, 20%
  • Tammy Abraham (Chelsea) 62 shots, 12 gol, 19%
  • Raheem Sterling (Man City) 58 shots, 11 gol, 19%
  • Teemu Pukki (Norwich) 54 shots, 9 gol, 17%
  • Mohamed Salah (Liverpool) 65 shots, 10 gol, 15%
  • Gabriel Jesus (Man City) 52 shots, 8 gol, 15%
  • Raul Jimenez (Wolves) 68 shots, 8 gol, 12%

Perhatikan efektifitas yang diperlihatkan Sadio Mane dibandingkan Mo Salah. Jika panitia pemilihan Pemain Terbaik Afrika melihat ini maka mereka akan memilih Sane, bukan sang striker Mesir, menjadi pemenangnya tahun ini.

Perhatikan juga pemain Brasil yang keberatan nama, Gabriel Jesus. Bandingkan dengan Jamie Vardy asal Inggris yang lebih tua dan melepaskan tendangan lebih sedikit tapi mencatatkan kesuksesan dua kali lipatnya. Sang striker muda Brasil itu harus menghentikan kebiasaanya mengusap muka dengan wajah tak percaya atau menendang layar VAR yang gemar dilakukannya. Jika angka efektifitasnya tidak membaik maka sulit baginya menembus skuad utama Pep Guardiola.