Pemain Menolak Dijadikan Patung di Liverpool Kunci Kejayaan The Reds

Gilabola.com – Siapa yang sangka bahwa penjualan seorang pemain yang memilih pergi dari Liverpool, dan menolak dijadikan patung di Anfield seperti dijanjikan sang manajer Juergen Klopp, adalah kunci kejayaan The Reds saat ini.

“Bertahanlah di sini dan mereka akan membuatkan patung untukmu. Jika kau pergi ke tempat lain, kamu hanya menjadi pemain biasa bagi mereka,” bujuk sang manajer Jerman pada tahun 2018.

Memang sebelum kepergiannya, Philippe Coutinho yang waktu itu masih berusia 26 tahun, adalah pemain kunci dan pemain terpenting di skuad asuhan Juergen Klopp, bahkan lebih penting dibandingkan trio penyerang Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Roberto Firmino yang saat itu sudah mendarat di Anfield.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Namun sang bintang Brasil tak bisa menahan godaan untuk bisa pindah ke Barcelona, yang menurutnya lebih menjanjikan untuk memenangi penghargaan prestisius ketimbang bertahan di Liverpool. Akhirnya usai Coutinho sendiri mengajukan permohonan transfer, Liverpool pun merelakan kepergiannya ke Camp Nou dengan mahar lebih dari 2,6 triliun rupiah.

Dan menurut legenda besar klub, Graeme Souness, justru penjualan playmaker yang waktu itu masih berusia 26 tahun saat kepindahannya ke Barcelona, menjadi kunci kesuksesan Liverpool saat ini yang mendominasi Eropa dan Liga Inggris.

Usai penjualan Coutinho, The Reds langsung menginvestasikan hasil penjualan tersebut untuk mendatangkan Virgil Van Dijk dari Southampton senilai 1,4 triliun rupiah dan Alisson Becker dari Roma dengan nilai lebih dari 1,2 triliun rupiah.

Kedatangan keduanya diamini oleh eks skipper klub Steven Gerrard, merupakan puzzle terakhir dari taktik Juergen Klopp untuk membawa Liverpool menjuarai Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Klub, dan Premier League.

Tak pelak Graeme Souness pun sampai kini menyebut bahwa penjualan Coutinho dan investasi hasil penjualan pada Van Dijk serta Alisson merupakan bisnis terbaik yang pernah dilakukan Liverpool.

“Ketika Anda menanyakan mana rekrutan terbaik yang pernah dilakukan klub? Saya pikir Anda dapat melihat kembali ketika Liverpool beralih dari level sebuah tim bagus menjadi tim kelas dunia. Mereka menjual Coutinho dan mendapat 2,6 triliun rupiah, lalu dengan uang itu mereka mendapatkan Alisson dan mereka mendapatkan Van Dijk. Itu merupakan bisnis terbaik yang pernah dilakukan klub ini!”

Dan sementara The Reds tertawa dengan uang 2,6 triliun rupiah itu, Barcelona menderita dengan mereka kini kesulitan untuk menjual sang bintang Brasil mantan pemain Inter Milan tersebut.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO