Hasil imbang Manchester City melawan Tottenham bukan sekadar soal skor di papan pertandingan. Ada satu topik yang kembali mencuat dan memancing perhatian banyak pihak, terutama setelah muncul pernyataan dari Rodri dan respons langsung dari Pep Guardiola. Di tengah persaingan ketat Liga Inggris, situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah City benar-benar sedang dirugikan oleh keputusan wasit?
Pelatih asal Spanyol itu akhirnya angkat bicara. Namun, alih-alih memperpanjang polemik, Guardiola justru memilih pendekatan yang berbeda.
Guardiola Bantah Teori Konspirasi Wasit
Pep Guardiola menegaskan bahwa tidak ada konspirasi apa pun dari wasit terhadap Manchester City. Ia membantah anggapan bahwa perangkat pertandingan sengaja merugikan timnya dalam beberapa laga terakhir.
Menurut Guardiola, tidak pernah ada pertemuan rahasia antarwasit untuk menjatuhkan City. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menuduh adanya upaya sistematis untuk menghukum timnya.
“Tidak ada sama sekali. Saya tidak pernah mengatakan ada pertemuan wasit untuk menghukum kami,” ujar Guardiola.
Meski begitu, ia tetap mengakui bahwa dalam beberapa pekan terakhir, timnya memang beberapa kali merasa dirugikan oleh keputusan wasit. Hal itu terjadi saat menghadapi Newcastle, Brighton, Manchester United, hingga Wolves. Bahkan pada laga semifinal Piala Liga melawan Newcastle, keputusan kontroversial sempat membuatnya kecewa.
Kontroversi Gol Tottenham Masih Jadi Perdebatan
Salah satu momen yang paling disorot terjadi saat Tottenham mencetak gol pembuka dalam laga imbang 2-2. Gol tersebut tercipta setelah Dominic Solanke terlibat dalam duel dengan Marc Guehi, yang berujung pada gol bunuh diri.
Guardiola menilai bahwa pemainnya, Marc Guehi, terlebih dahulu dilanggar dari belakang sebelum kehilangan keseimbangan dan membuat bola masuk ke gawang sendiri.
“Marc menguasai bola, lalu ditendang dari belakang, kemudian terjadi gol bunuh diri. Solanke tidak mencetak gol, Marc yang mencetaknya. Dia dilanggar dan berujung gol,” jelas Guardiola.
Meski begitu, ia menyadari bahwa setiap orang bisa memiliki penilaian berbeda.
“Jika orang menganggap itu sah, tidak masalah. Saya tidak setuju, tapi tidak ada yang berubah,” tambahnya.
Bagi Guardiola, perbedaan sudut pandang adalah bagian dari sepak bola.
Rodri Dikritik, Guardiola Tetap Membela
Pernyataan Rodri setelah pertandingan sempat menuai kritik. Gelandang asal Spanyol itu menyebut bahwa wasit harus bersikap netral, bahkan menyinggung soal anggapan bahwa “ada pihak yang tidak ingin City menang”.
Ucapan tersebut dianggap seolah menyiratkan bahwa wasit tidak bersikap adil kepada timnya.
Namun, Guardiola memilih membela anak asuhnya. Ia memahami bahwa emosi pemain masih tinggi setelah gagal meraih kemenangan.
“Dalam situasi seperti itu, setelah pertandingan selesai dan langsung wawancara, emosi masih terasa. Itu wajar,” kata Guardiola.
Ia juga menegaskan bahwa Rodri sudah lama berada di tim dan memahami filosofi yang selalu ia tanamkan.
“Selama tujuh tahun bersama kami, Rodri tahu bahwa kami harus selalu bermain lebih baik,” ujarnya.
Fokus Evaluasi, Bukan Menyalahkan Wasit
Guardiola menekankan bahwa Manchester City tidak boleh menjadikan wasit sebagai alasan atas hasil kurang maksimal. Ia lebih menyoroti performa tim, terutama di babak kedua.
Menurutnya, City masih sering kehilangan kontrol permainan setelah turun minum dan gagal memaksimalkan peluang.
“Kami harus mencetak lebih banyak gol di babak kedua dan mengontrol permainan dengan lebih baik. Itu pesan utamanya,” tegas Guardiola.
Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan City selama ini datang karena mentalitas tanpa alasan dan tanpa menyalahkan pihak lain.
“Kami menang banyak trofi karena tidak mencari-cari alasan. Semua tanggung jawab ada pada kami,” ungkapnya.
Guardiola menyebut dirinya telah meraih sekitar 13 hingga 14 trofi bersama City karena selalu menanamkan prinsip tersebut.
‘Tidak Ada yang Berubah’ Jadi Pesan Utama Guardiola
Meski masih merasa keputusan tertentu tidak adil, Guardiola memilih untuk tidak larut dalam polemik. Ia menerima bahwa dalam sepak bola, persepsi bisa berbeda.
“Bagi saya itu pelanggaran, bagi Anda mungkin tidak. Tidak masalah. Itulah sepak bola,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mencurigai siapa pun dan lebih memilih fokus memperbaiki permainan tim.
“Apakah kami turun di babak kedua karena wasit? Tidak. Pemain tahu itu,” tutup Guardiola.
Bagi sang pelatih, yang terpenting saat ini adalah menemukan solusi agar City kembali tampil konsisten dan tidak mengulang kesalahan yang sama.

