Pep Guardiola Tak Menyesal Remehkan Leeds United Meski Man City Akhirnya Kalah

Gila Bola – Manchester City menelan kekalahan mengejutkan di kandang sendiri melawan 10 pemain Leeds United ketika Pep Guardiola dianggap cukup meremehkan lawannya dengan banyak membangkucadangkan pemain pilarnya, tapi bos Catalan tak menyesali keputusannya.

Pep Guardiola membela diri dalam keputusannya untuk melakukan banyak perubahan dan rotasi di susunan pemain Manchester City dalam kekalahan 2-1 mereka melawan Leeds United dalam laga lanjutan Premier League pada Sabtu (10/4) malam WIB di Stadion Etihad.

Mungkin karena mempertimbangkan bahwa timnya akan menghadapi Borussia Dortmund dalam dua leg selama kurang lebih satu minggu, Pep Guardiola membuat keputusan berani untuk merotasi starting XI timnya dan membangkucadangkan banyak pemain pilarnya.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Dengan Manchester City juga memegang keunggulan 14 poin di puncak klasemen, bos Catalan lantas dengan berani membangkucadangkan Ruben Dias, Kyle Walker, Ilkay Gundogan, Rodri, Kevin De Bruyne, Phil Foden dan Riyad Mahrez.

The Citizens akhirnya secara mengejutkan kalah 1-2 melawan pasukan Marcelo Bielsa meski The Whites hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-45 ketika brace Stuart Dallas hanya berhasil dibalas sebiji gol oleh Ferran Torres.

Usai pertandingan, Pep Guardiola membela keputusan seleksi timnya, mengatakan, “Ketika kami kalah, maka dibilang saya membuat kesalahan. Tapi ketika kami menang, saya dibilang jenius. Saya tidak menyesali seleksi tim saya karena saya mempercayai mereka. Jika saya tidak mempercayai mereka, mereka tidak akan bermain.”

“Pada situasi 10 v 11, kami membutuhkan inspirasi tapi kami tidak bisa membiarkan permainan kami mengalir dari dalam. Kami melakukannya untuk waktu yang lama lalu kemudian Raphinha memiliki peluang dan Ederson menyelamatkannya dan kemudian mereka mencetak gol. Saat Anda menyerang dan menyerang dan menyerang, Anda harus tetap berada dalam kontrol dan tidak membiarkan mereka berlari untuk melakukan serangan balasan.”