Pep Guardiola Tidak Yakin Ikuti Jejak Sir Alex Ferguson

Pep Guardiola, manajer Manchester City.
Pep Guardiola, manajer Manchester City.

Manajer klub Liga Inggris Manchester City Pep Guardiola tidak yakin akan bisa mengikuti jejak Sir Alex Ferguson di Manchester United yang mengarsiteki satu klub selama 27 tahun.

Mantan pelatih FC Barcelona dan Bayern Munchen itu diyakini akan segera menghadirkan trofi Liga Inggris karena unggul 13 poin dari sang tetangga yang berisik, Manchester United.

Sebelumnya ia menghantarkan trofi pertamanya di tanah Inggris setelah memenangi kompetisi Piala EFL usai menundukkan Arsenal tiga gol tanpa balas.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Dengan performa The Citizens yang menonjol di musim ini, banyak yang meyakini Guardiola akan tinggal lama di Etihad, seperti yang dilakukan Sir Alex Ferguson di United.

Bagaimana tidak, legenda asal Skotlandia itu memberikan 38 trofi, termasuk 13 titel Liga Inggris atas kesabaran para petinggi The Red Devils di awal-awal kepelatihan.

Akan tetapi Guardiola menilik karirnya di Blaugrana dan Die Roten yang tidak pernah lebih dari empat tahun, dan mengaku tidak yakin akan bisa mengikuti jejak Sir Alex.

Ia pun berterima kasih terhadap pemilik Manchester City yang tetap bersabar dan terus memberikan dukungan di musim perdananya yang gagal memberikan piala.

“Saya tidak pernah bisa melakukannya di masa lalu, untuk bisa tetap tinggal 10 atau 15 tahun di satu klub,” tutur pria berkewarganegaraan Spanyol ini.

“Saya pikir ketika Sir Alex membangun ulang United, itu karena ia bersama orang-orang yang sama selama enam atau tujuh tahun dan [tetap dengan orang yang sama] setelah enam atau tujuh tahun, dan kemudian mengulanginya lagi.”

“Kita harus tinggal selama 10 atau 15 tahun. Tentu saja kami bisa melakukan itu kala Anda selalu berada di dalam dukungan klub.”

“Itu bisa terjadi tapi Anda harus tetap tinggal selama 10 atau 15 tahun. Saya tidak tahu apakah saya mempunyai tenaga untuk itu. Segalanya tergantung terhadap hal tersebut.”

“Klubnya bagus. Mudah untuk berkata bahwa musim ini klub dalam situasi baik dan segalanya berjalan dengan bagus. Semua orang bahagia. [Tapi] di musim lalu pun sama.”

“Di momen-momen buruk, kita lihat bagaimana klub bereaksi dan bagaimana mereka terus memberikan dukungan terhadap Anda. Mereka selalu bisa diandalkan. Kami sempat mempunyai keraguan [terhadap staf kepelatihan] kala City gagal meraih kemenangan tapi tidak ada keraguan terhadap apa yang kami lakukan.”

“Dukungan [dari direksi] itu sangat penting di musim lalu dan saya tidak akan melupakannya. Sangat mudah untuk mendukung di musim ini tapi di musim sebelumnya mereka ada dan saya tidak bisa melupakan itu.”