Pep Guardiola Ungkap Kenapa Takuti ESL

Pep Guardiola Ungkap Kenapa Takuti ESL

Gilabola.com – Pep Guardiola ungkap kenapa dirinya menakuti ESL (European Super League). Ia nilai gelaran itu bisa membunuh Liga Inggris.

Pep Guardiola menentang rencana diadakannya ESL. Laporan bahwa Karl-Heinz Rummenigge mungkin memimpin penciptaan European Super League atau Liga Super Eropa belum mereda sejak akhir 2018.

Rummenigge dan Bayern Munchen telah membantah hal itu tapi tetap saja klub terbesar di Eropa itu mungkin menciptakan kompetisi sepanjang tahun yang menawarkan kualitas, daya saing dan imbalan yang menguntungkan daripada Liga Champions. Menurut dokumen yang dirilis tahun lalu oleh koran Jerman Der Spiegel, 11 tim elit dapat membentuk Liga terpisah mereka sendiri mulai 2021.

Barcelona, Real Madrid, Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Juventus, AC Milan, Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen adalah klub yang disebutkan. Tentu saja, akan ada implikasi untuk Liga Champions dan juga liga domestik Eropa.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Ada banyak yang menentang gagasan tersebut, dan di antaranya adalah bos Manchester City, Pep Guardiola, sesuai laporan GivemeSport. Dalam sebuah wawancara dengan Surat Kabar harian Catalan, Ara, pelatih yang baju bekasnya saja mahal itu menyatakan keyakinannya bahwa sebuah Liga yang terpisah dari UCL malah akan ‘membunuh’ sepak bola domestik seperti Premier League.

“Saya tidak setuju dengan ide itu. Seseorang harus menjelaskan kepada saya mengapa itu dibilang ide yang bagus,” protes Guardiola, melalui Goal. “Jika itu terjadi, kita malah akan membunuh Liga. Jika Barca dan Madrid pergi dan mereka tidak bermain melawan Espanyol, karena akan mengikuti Liga? Liga Spanyol bisa mati.”

Pep Guardiola cemaskan nasib liga domestik

“Di Inggris mereka sangat cerdas, dasar dari Divisi Keempat penuh. Inggris tidak akan membiarkan esensi dari sepak bola lokal mati.”

Gelar juara tiga tahun Guardiola di Manchester City telah sukses besar namun kegagalannya untuk mendarat di Liga Champions terus menjadi fokus pembicaraan. City belum mencapai semifinal di bawah Guardiola, tapi ia masih menghargai format turnamen dan tidak melihat alternatif kompetisi Eropa sebagai hal yang menguntungkan.

“Bagian dari kebesaran Liga Champions adalah bahwa tidak terjadi setiap hari Minggu,” tambahnya. “Jika pertandingan penuh setiap minggu malah akan kehilangan pesonanya. Barcelona lawan Espanyol sangat diperlukan untuk kota ini. Dan semakin banyak tim Catalan di La Liga, semakin baik.”

“Jika kita membunuh liga domestik, tak seorang pun akan tertarik untuk menonton tim yang tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke Liga Eropa,” pungkasnya.