
Gilabola.com – Chelsea tak lama lagi akan menunjuk Liam Rosenior sebagai manajer baru, dengan proses wawancara resmi dijadwalkan berlangsung dalam 24 jam ke depan WIB setelah sang pelatih tiba di London.
Langkah Chelsea mencari pengganti Enzo Maresca kini memasuki fase akhir. Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut sudah mendarat di ibu kota Inggris untuk memformalkan kepindahannya ke Stamford Bridge.
Nama Rosenior dengan cepat mencuat sebagai kandidat terkuat setelah Enzo Maresca mundur di tengah musim akibat perselisihan dengan jajaran petinggi klub. Kini, tanda-tanda penunjukan resmi semakin jelas.
Chelsea Dekatkan Diri dengan Liam Rosenior
Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa proses negosiasi berjalan sangat cepat. Dalam pembaruan terbarunya, Romano menyebut Rosenior tiba di London pada malam hari dan telah menjadwalkan wawancara formal dalam 24 jam ke depan WIB.
Wawancara tersebut disebut sebagai bagian dari prosedur resmi klub. Meski begitu, ekspektasi di internal Chelsea cukup tinggi bahwa Rosenior bisa diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru paling cepat pekan depan.
Hambatan Terakhir Ada di Strasbourg
Menurut Romano, satu-satunya faktor yang membuat proses ini belum sepenuhnya rampung adalah urusan logistik di klub Rosenior saat ini, Strasbourg.
Klub asal Prancis tersebut tengah aktif mencari pengganti terbaik sebelum melepas pelatih berusia 41 tahun itu secara resmi. Setelah rencana suksesi di Strasbourg selesai, Rosenior diperkirakan akan segera menandatangani kontraknya di London Barat.
Jika semua tahapan berjalan lancar, jalan akan terbuka bagi Liam Rosenior untuk resmi mengambil alih kursi pelatih Chelsea di Stamford Bridge.
Profil Liam Rosenior
Pelatih asal Inggris berusia 41 tahun ini mencatatkan performa cukup stabil pada musim 2025/26 dengan rata-rata 1,81 poin per pertandingan, berkat torehan 14 kemenangan dari total 26 laga di semua kompetisi.
Lahir di London, Inggris, pada 9 Juli 1984, pelatih berkewarganegaraan Inggris tersebut mengantongi lisensi kepelatihan resmi dan dikenal memiliki kecenderungan menggunakan formasi 3-4-2-1 sebagai skema favoritnya.
Rekam Jejak Musim 2025/26
Sepanjang musim 2025/26, sang pelatih memimpin timnya dalam 26 pertandingan di seluruh kompetisi, dengan catatan 14 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 7 kekalahan. Dari rangkaian laga tersebut, timnya mengoleksi 47 poin dan mencatat points per match (PPM) sebesar 1,81.
Statistik ini menunjukkan konsistensi performa, meski hasil yang diraih bervariasi di setiap ajang yang diikuti.
Catatan di Ligue 1
Di kompetisi Ligue 1, pelatih asal Inggris ini memimpin tim dalam 17 pertandingan. Hasilnya, ia mencatat 7 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 7 kekalahan, dengan total 24 poin dan PPM 1,41.
Angka tersebut menempatkan Ligue 1 sebagai kompetisi dengan tantangan paling berat bagi timnya sepanjang musim ini.
Performa Kuat di UEFA Conference League
Hasil lebih impresif ditunjukkan di UEFA Conference League. Dari 6 pertandingan, tim asuhan pelatih berusia 41 tahun tersebut membukukan 5 kemenangan dan 1 hasil imbang, tanpa kekalahan, serta meraih 16 poin. PPM di ajang ini mencapai 2,67, menjadi yang tertinggi dibanding kompetisi lain.
Sementara itu, pada fase kualifikasi UEFA Conference League, timnya menjalani 2 laga dengan hasil 1 kemenangan dan 1 imbang, mengoleksi 4 poin dan PPM 2,00.
Sempurna di Coupe de France
Di Coupe de France, pelatih ini hanya menjalani 1 pertandingan, namun berhasil mengamankan kemenangan penuh dan membawa timnya mengoleksi 3 poin, dengan PPM sempurna 3,00.
Konsistensi Masa Jabatan dan Gaya Bermain
Rata-rata masa jabatan sang pelatih tercatat 1,11 tahun, menunjukkan karakter kepelatihan dengan siklus kerja relatif singkat. Dengan formasi favorit 3-4-2-1, ia tampak mengandalkan keseimbangan lini tengah dan fleksibilitas dua gelandang serang di belakang penyerang utama.
Secara keseluruhan, statistik musim 2025/26 memperlihatkan bahwa pelatih kelahiran London ini mampu menjaga performa timnya tetap kompetitif di berbagai ajang, dengan hasil paling menonjol datang dari kompetisi Eropa.
