Perkenalkan Manajer Spesialis Anti Kalah di Kandang Liverpool, Anfield

Gilabola.com – Dengan hasil imbang 1-1 di kandang Liverpool pada hari Minggu (27/12), Sam Allardyce mengukuhkan diri sebagai manajer yang anti kalah di Stadion Anfield. Dari empat tandang terbarunya sebagai manajer dari empat tim berbeda, ia mencatatkan sekali menang dan tiga imbang.

Saat memecat pelatih asal Kroasia Slaven Bilic pada 16 Desember 2020, West Brom tahu mereka harus mencari seorang manajer baru yang spesialis dalam mencegah kekalahan guna menolong The Baggies agar jangan sampai terdegradasi keluar dari Premier League setelah hanya satu musim. Terbukti pilihan mereka atas Sam Allardyce tidak salah.

Liverpool tampil luar biasa dominan pada laga Minggu malam, menguasai bola sampai 82 persen pada babak pertama laga Liga Inggris di Anfield itu, sebelum turun menjadi 78 persen saja pada menit-menit akhir. Tapi coba lihat jumlah serangan tepat sasaran dari The Reds. Hanya satu kali saja sepanjang 90 menit. Mungkin dua, jika memperhitungkan tandukan Roberto Firmino ke arah bawah gawang West Brom yang ditepis secara gagah berani oleh kiper Sam Johnstone pada menit 89.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Berbeda dengan Slaven Bilic yang punya filosofi menyerang dan bangga dengan pendekatannya untuk selalu mencoba mencetak gol (dan melupakan pertahanan), Allardyce terkenal lebih pragmatis. Mungkin mirip Jose Mourinho yang tidak peduli dengan sepak bola indah. Yang terpenting adalah perolehan poin. Ia mengubah totak The Baggies dari tim yang suka menyerang dan dominan menjadi tim yang menyesaki sepertiga lapangan dengan 10 pemain outfield. Berhasil? Berhasil. Lihat saja skor 1-1 di Anfield ini.

Untuk memahami konteks betapa menyesakkan skor 1-1 ini, dari delapan pertandingan kandang Liverpool pada Liga Inggris musim 2020/2021, ini merupakan hasil imbang pertamanya di Anfield. Selain itu, ini merupakan kali pertama The Reds kehilangan poin dari posisi menang atau unggul lebih dulu (1-0 dalam kasus West Brom, hasil gol menit 12 Sadio Mane) melawan tim degradasi sejak Desember 2016. Waktu itu mereka juga imbang 2-2 melawan West Ham United.

Channel Gilabola di Youtube

Koleksi satu poin ini menyebabkan pasukan Juergen Klopp hanya berjarak tiga poin di atas Everton yang menduduki ranking kedua klasemen Premier League, meski ada perbedaan selisih gol masif antara keduanya. Selain itu menarik untuk melihat hanya ada selisih tiga poin saja antara tim urutan ketiga Leicester (28) sampai tim urutan sembilan, Southampton (25). Siapa pun yang menang pada periode akhir tahun 2020 ini akan naik peringkat sangat banyak.

AHABET
AHABET