Pesangon Lampard Cuma 38 Milyar, Sudah Dikerjai Direksi Chelsea Sejak Awal

Gilabola.com – Perhatikan pada akhir musim pertamanya di Chelsea, saat Frank Lampard membawa tim finish keempat di Liga Inggris dan lolos ke Liga Champions, serta mencapai final Piala FA. Ada ucapan terima kasih dari direksi klub atau minimal statement? Tidak ada. Sejak awal sang legenda sudah diragukan oleh majikannya sendiri.

Anehnya, saat pemecatan kemarin Senin (25/1), pemilik Chelsea Roman Abramovich sampai merasa perlu mengeluarkan pernyataan pribadinya perihal pemecatan Frank Lampard, berbusa-busa ngomong soal betapa sulitnya keputusan ini, betapa ia memiliki hubungan baik dengan sang legenda dan bahwa PHK ini merupakan keputusan terbaik bagi tim.

Lalu kenapa tak ada statement serupa dari Abramovich saat Chelsea finish urutan keempat pada akhir musim 2019/2020 dan lolos ke final FA Cup, meski kalah dari Arsenal? Itu sebenarnya sudah menjadi pertanda sejak awal, sejak musim pertamanya, bahwa manajemen klub tidak puas dengan performa Lampard dan bahwa keputusan soal pemecatannya sudah diambil sejak saat itu. Bagi sang milyuner Rusia yang dikit-dikit pecat itu, urutan keempat dan lolos ke Liga Champions sudah seharusnya menjadi tradisi Chelsea setiap musim. Tidak ada yang istimewa soal itu. Yang terpenting adalah trofi!

Advertisement
K9Win
K9Win

Hal itu, ditambah dengan tidak adanya perpanjangan kontrak Lampard pada akhir musim perdananya di Stamford Bridge, memberi pertanda bahwa sejak awal mereka sudah tidak percaya pada figur populer di kalangan suporter tim tersebut.

Kita semua selama ini diberi info bahwa kontrak pencetak gol terbanyak The Blues itu berdurasi tiga tahun. Salah besar. Yang dijamin oleh direksi adalah dua tahun saja. Sisanya, tahun ketiga, bersifat opsional. Bisa diperpanjang, bisa tidak.

Ketika kapak pemecatan dijatuhkan pada Senin (25/1) sisa kontraknya hanya beberapa bulan saja, menjadikan pesangon Lampard hanya 38 Milyar rupiah saja yang memang menjadi jatah gajinya selama periode Januari ini sampai Juli 2021.

Bandingkanlah itu dengan pesangon yang harus dibayarkan oleh direksi The Blues pada pelatih Antonio Conte. Tahu berapa jumlahnya? 172 Milyar rupiah. Tidak heran manajemen enggan membayar jumlah sebesar itu usai memecat sang pelatih Italia pada 13 Juli 2018, dengan sisa setahun lagi pada kontraknya. Conte harus mengajukan gugatan pada pengadilan di Inggris dan Chelsea diwajibkan membayar sebesar 172 Milyar itu pada sang manajer yang kini merumput di Inter Milan.

Kontrak dua tahun Frank Lampard di Stamford Bridge termasuk sangat singkat, mewakili keraguan direksi pada kemampuan legendanya sendiri itu. Dalam hal ini ia sepertinya terkena karma dari apa yang pernah diucapkannya tahun 2014. Saat itu ia masih jadi pemain Chelsea dan berkomentar soal pemecatan Andre Villas-Boas, pelatih Portugal usai yang bersangkutan membawa pulang trofi Liga Champions. Kata Lampard waktu itu, “Ia masih terlalu muda.” Kata-kata “terlalu muda” juga berlaku untuk dirinya sendiri sekarang.