Gilabola.com – Arsenal belum bisa mulai merayakan apa pun. Manchester City kembali meniup panas persaingan gelar Premier League setelah menang 3-0 atas Crystal Palace di Etihad Stadium, Selasa malam. Hasil itu membuat jarak kedua tim di papan atas kembali menjadi dua poin saja.
Dengan musim tinggal menyisakan dua pertandingan, tekanan kini kembali mengarah ke tim asuhan Mikel Arteta.
City tampil dominan meski Pep Guardiola melakukan cukup banyak perubahan dalam susunan pemainnya. Enam pergantian dilakukan sang manajer, yang tampaknya juga mulai memikirkan final Piala FA melawan Chelsea akhir pekan nanti.
Bahkan tanpa Erling Haaland, Rayan Cherki, dan Jeremy Doku sebagai starter, City tetap terlalu kuat untuk Palace.
Phil Foden jadi sosok penting di babak pertama.
Pemain Inggris itu membuka ruang lewat backheel cerdik yang berujung gol Antoine Semenyo pada menit ke-32. Delapan menit berselang, Foden kembali terlibat saat umpannya diselesaikan Omar Marmoush menjadi gol kedua City.
Palace kesulitan keluar dari tekanan. City terus menguasai permainan dan nyaris tidak memberi lawannya kesempatan berkembang.
Gol ketiga akhirnya datang menjelang laga usai. Savinho mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-84 dan memastikan kemenangan telak tuan rumah.
Margin kemenangan itu juga bisa menjadi faktor penting di akhir musim karena City kini unggul selisih gol atas Arsenal.
Arsenal sendiri baru akan menghadapi Burnley pada Senin. Jika menang, City tetap wajib mengalahkan Bournemouth sehari setelahnya agar perebutan gelar berlanjut hingga pekan terakhir.
“Kami sudah sering melihat banyak hal bisa terjadi di hari terakhir musim,” kata Phil Foden kepada Sky Sports.
“Saya sudah beberapa kali mengalami situasi ketika pertandingan tidak berjalan sesuai harapan, jadi kami hanya harus terus menang dan melakukan bagian kami.”
Guardiola juga belum menyerah dalam perburuan gelar liga ketujuhnya bersama City. Menariknya, sepanjang karier melatih di Barcelona, Bayern Munich, dan City, ia belum pernah dua musim beruntun gagal memenangkan liga domestik.
“Sayangnya itu tidak sepenuhnya ada di tangan kami,” ujar Guardiola.
“Situasinya tidak mudah, tetapi penting bagi kami untuk tetap berada di sana. Grup pemain ini luar biasa.”

