Posisi Claudio Ranieri di Fulham Nyaris Direbut Dua Pelatih Lain

Posisi Claudio Ranieri di Fulham Nyaris Direbut Dua Pelatih Lain

Gilabola.com – Posisi Claudio Ranieri di Fulham nyaris direbut dua pelatih lain, mantan Liga Inggris juga. Siapa? Yang pasti bukan mantan Arsenal Arsene Wenger dan bukan ex Chelsea Antonio Conte.

Mantan manajer yang membawa Leicester City juara Liga Inggris, Claudio Ranieri, berhasil memperoleh pekerjaan di Fulham setelah menyingkirkan Quique Sanchez Flores dan Carlos Carvalhal.

Pemilik Fulham, Shahid Khan, mewancara ketiga kandidat itu pekan ini sebelum memecat Slavisa Jokanovic, klub mengungkapkan hal itu dalam pernyataan mereka saat mengumumkan penunjukan Ranieri.

Flores, yang menggantikan Jokanovic di Watford tiga tahun lalu, termasuk kandidat kuat setelah mampu finish di urutan 13 di Premier League selama musim tunggalnya di Inggris. Sang pelatih Spanyol berusia 53 tahun itu kemudian pergi ke Espanyol di tanah airnya sebelum dipecat musim lalu.

BACA:  Juan Mata Akui Manchester United Kesulitan Saat Lawan Fulham

Carlos Carvalhal juga masuk pertimbangan utama di Fulham setelah hampir saja berhasil mempertahankan Swansea City di divisi teratas Liga Inggris musim lalu. Manajer Portugal itu dipandang sebagai pelatih yang cocok untuk memperketat pertahanan bocor Jokanovic, sebagaimana yang berhasil ia lakukannya di Stadion Liberty, dibantu oleh bek tengah Fulham saat ini, Alfie Mawson.

Shahid Khan, bersama dengan anaknya yang menjabat wakil ketua klub Tony Khan, menerima pernyataan minat dari sejumlah manajer yang ingin kembali merumput di Premier League saat rumor semakin kuat bahwa Jokanovic akan kehilangan pekerjaannya.

Claudio Ranieri Terbantu Reputasi Leicester City

Akhirnya Ranieri yang memperoleh persetujuan para pemilik Fulham. Hal ini banyak dibantu oleh reputasinya setelah membawa Leicester City memenangkan gelar juara Liga Inggris tahun 2016.

BACA:  Juan Mata Akui Manchester United Kesulitan Saat Lawan Fulham

Sang pelatih Italia itu dipecat pada musim berikutnya ketika tim, yang ia pandu menjalani salah satu kisah terhebat dalam olahraga, terancam degradasi.

Tony Khan berkata: “Mengganti pelatih tanpa memiliki calon pengganti benar atau rencana suksesi bukanlah pilihan. Jadi memiliki seseorang sekaliber Claudio, yang menyambut tantangan kami, sangat menghibur, tetapi yang paling penting, memenuhi kebutuhan dasar kami.”