Site icon Gilabola.com

Premier League Itu Berat, Nak, Cukup Burnley Dihajar Lima Gol, Tiga oleh Son Heung-min

Premier League Itu Berat, Nak, Cukup Burnley Dihajar Lima Gol, Tiga oleh Son Heung-min

Gila Bola – Asal tahu saja, Burnley di bawah arahan Vincent Kompany legenda Manchester City, adalah juara divisi Championship musim kemarin. Dipuji-puji saat mereka promosi. Tetapi mereka dihajar lima gol oleh Tottenham Hotspur pada Sabtu malam (2/9).

Kompany memperoleh pujian seluruh dunia saat memastikan tim arahannya Burnley promosi ke Premier League dengan TUJUH PEKAN tersisa di divisi kedua sepak bola Inggris itu. Tetapi kini setelah tiga pertandingan terbukti, divisi paling atas Inggris adalah liga yang sama sekali berbeda dibandingkan Championship.

Burnley bermain dengan secara terbuka. Haram hukumnya bagi Vincent Kompany main bertahan. Tapi coba lihat hasilnya, kalah 2-5 kan dari skuad Ange Postecoglou, yang juga sama-sama menyukai permainan terbuka. Tiga dari lima gol Spurs datang dari sang kapten Son Heung-min.

Data Permainan Burnley vs Spurs Perlihatkan Serangan Silih Berganti

Bagaimana serunya laga di Turf Moor ini terlihat dari data permainan. Kompany tidak surut dari filosofi menyerangnya meskipun sudah tertinggal 1-2 di akhir babak pertama, satu berupa gol Cristian Romero, satu lainnya Heung-min.

Paruh kedua, tiga gol lagi datang dari James Maddison dan sang kapten asal Korea Selatan menambahkan dua gol lagi pada menit 63 dan 66. Foto di atas memperlihatkan gol kelima the Lilywhites, serangan oleh Son Heung-min di dalam kotak ke sisi kanan gawang James Trafford.

Kedua tim berbagi penguasaan bola hampir sama, 46 banding 54 bagi keunggulan Spurs. Percobaan gol tahu berapa? 15 banding 20, juga bagi keunggulan Tottenham. Tetapi lihat 15 upaya gol tuan rumah.

Serangan tepat sasaran beda jauh. Di sinilah terlihat efisiensi pertahanan pasukan Ange Postecoglou, hanya tiga oleh anak-anak Kompany dan 10 kali dari sisi tim tamu. Lima menjadi gol.

Gol tuan rumah sudah terjadi sejak menit keempat melalui Lyle Foster. Istilah yang tepat bukan “gol balasan” karena mereka justru membuka skor lebih dulu, sebelum dibalaskan lima gol oleh Tottenham Hotspur.

Gol balasan sesungguhnya terjadi menit keempat injury time saat Josh Brownhill menembak dari tepi kotak guna mengubah skor menjadi 2-5. Tetapi sudah terlalu sedikit dan terlalu terlambat bagi Burnley.

The Clarets Kini Mengisi Posisi Kedua Dari Bawah Klasemen

Tiga kekalahan dari tiga pertandingan menyebabkan the Clarets kini menghuni posisi kedua dari bawah klasemen Premier League. Nilai nol.

Hanya Everton lebih buruk karena sudah menjalani empat pertandingan dan selisih gol lebih parah 2:9 dibandingkan Burnley 2:8.

Vincent Kompany perlu secara serius memikirkan filosofi permainannya yang main terbuka dengan hampir seluruh pemain outfield maju setengah lapangan. Terbukti gagal memberi poin bagi tim asuhannya.

 

Exit mobile version