Gilabola.com – Kembalinya sepak bola klub setelah jeda internasional yang terasa lebih panjang dari biasanya membawa berbagai reaksi bagi Arsenal besutan Mikel Arteta.
Bukayo Saka sukses mencetak gol dalam kemenangan 2-1 atas Fulham setelah tiga bulan absen, sementara kepastian bahwa Andrea Berta akan menjadi direktur olahraga klub memberikan dorongan besar bagi tim.
Sayangnya, cedera yang dialami Gabriel Magalhaes dan Jurrien Timber saat melawan Fulham menambah kekhawatiran bagi Mikel Arteta menjelang akhir musim.
Harapan Arsenal saat ini bertumpu pada kemampuan mereka untuk menyingkirkan Real Madrid dari Liga Champions, sebuah pencapaian yang hanya berhasil dilakukan oleh empat klub dalam 11 tahun terakhir.
Arteta menyadari bahwa timnya bisa bersaing dengan siapa pun, tetapi Real Madrid dikenal memiliki magis tersendiri di kompetisi Eropa yang membuat Arsenal berada dalam posisi tidak diunggulkan untuk perempat final.
Jika Arsenal gagal memenangkan Liga Champions, itu berarti mereka akan mengakhiri musim ini tanpa trofi lagi. Arteta telah membawa banyak perubahan bagi klub, bahkan mungkin terlalu cepat, hingga membuat ekspektasi meningkat pesat meskipun skuadnya masih dalam tahap pembangunan.
Hanya saja, pada titik tertentu, pelatih asal Spanyol ini akan menghadapi tekanan untuk mengonversi perkembangan tim menjadi gelar juara, di mana trofi memang kerap menjadi tolok ukur kesuksesan seseorang.
Kesalahan Transfer Arsenal
Tidak ada yang bisa menyalahkan Arteta karena timnya kalah bersaing dari Manchester City dalam dua musim terakhir. Namun, musim ini kesalahan ada pada Arsenal sendiri, terutama dalam kegagalan mereka merekrut striker kelas dunia.
Kurangnya ketajaman di lini depan menjadi faktor utama mengapa Arsenal gagal bersaing dengan Liverpool dalam perburuan gelar Liga Inggris serta tersingkir dari Piala FA dan Piala Liga.
Perbandingan antara Arteta dan Sir Alex Ferguson yang membutuhkan empat tahun untuk meraih trofi di Manchester United dianggap masuk akal, tetapi ada pula yang menilai situasi Arsenal saat ini mirip dengan Tottenham di bawah Mauricio Pochettino.
Saat itu, The Lily Whotes terus mengalami kekecewaan karena kegagalan meraih trofi hingga akhirnya skuad mereka mengalami kelelahan mental, yang membuat mereka tak punya mental juara.
Di tengah situasi tersebut, Arsenal tetap memiliki prospek cerah. Kemunculan pemain muda seperti Myles Lewis-Skelly dan Ethan Nwaneri membawa energi baru bagi tim meskipun dalam dua jendela transfer terakhir mereka gagal mendatangkan bintang besar. Namun, di kompetisi seketat Premier League, kesempatan bisa lenyap dengan cepat jika tidak dimanfaatkan dengan baik.
Tugas Besar Andrea Berta
Andrea Berta kini memiliki tugas besar untuk memastikan Arsenal tidak kembali melewatkan kesempatan merekrut striker papan atas di musim panas nanti. Klub telah menunjukkan ketertarikan terhadap Viktor Gyokeres dari Sporting CP dan Benjamin Sesko dari RB Leipzig.
Namun, yang terpenting adalah Berta harus bisa memastikan salah satu dari mereka benar-benar bergabung dengan Arsenal, tidak seperti kegagalan klub pada bursa transfer sebelumnya.
Liverpool, yang baru saja mengalami penurunan performa dengan kekalahan di final Piala Liga melawan Newcastle dan tersingkir dari Liga Champions oleh Paris Saint-Germain, mungkin sedang memasuki fase transisi.
Sementara itu, Manchester City terlihat seperti tim yang berada di antara dua generasi, dengan para pemain bintang mereka yang semakin menua masih berusaha meraih kejayaan terakhirnya di Piala FA, sementara talenta muda mereka belum sepenuhnya matang.
Dengan kualitas para pesaing yang sedang tidak stabil, Arsenal seharusnya memiliki peluang besar di Premier League musim depan, asalkan mereka mampu mengambil pelajaran dari kesalahan sebelumnya. Namun, dalam dunia sepak bola, tim yang terus membuang kesempatan biasanya hanya bisa menyesali masa lalu.