Rafa Benitez Berpeluang Dipecat Jika Everton Kalah Telak dari Liverpool

Rafa Benitez berpeluang dipecat dari jabatannya jika Everton kalah telak dari Liverpool dalam derby Merseyside, Kamis (2/12) dini hari.

Gilabola.com – Pelatih asal Spanyol itu baru datang ke Goodison Park pada musim panas lalu, dan menimbulkan banyak kontroversi, karena sebelumnya ia merupakan pelatih Liverpool.

Menurut mantan bek Everton, Joleon Lescott, mantan pelatih Newcastle itu kini berpeluang didepak jika dia kalah di laga berikutnya, di mana secara kebetulan The Toffees akan bertemu Liverpool dini hari nanti.

Rafa Benitez pernah mengasuh Liverpool di tahun 2004, dan membawa The Reds menjadi juara Liga Champions di musim pertamanya mengasuh di Anfield. Itulah sebabnya, pelatih 61 tahun itu kemudian mendapat status sebagai pahlawan di Merseyside.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Selain trofi Liga Champions, ketika itu Benitez juga berhasil mempersembahkan trofi Piala FA, dan mengasuh Liverpool selama enam tahun sebelum akhirnya hengkang di tahun 2010.

Ia kemudian mengembara di banyak klub, termasuk dua klub Inggris, Newcastle dan Chelsea. Namun saat Everton memanggilnya pada musim panas lalu, mantan pelatih Real Madrid itu mengambil pekerjaan tersebut, dan menimbulkan kekhawatiran di antara kedua kelompok suporter.

Walaupun Rafa Benitez berhasil membawa Everton lakoni awal musim ini dengan gemilang, tapi kini posisi The Toffees makin melorot ke papan tengah, bahkan hanya berjarak lima poin dari klub di zona merah.

Everton pun dijadwalkan menjamu Liverpool di Goodison Park, di mana sebuah kekalahan kemungkinan akan mengakhiri langkah Benitez di Merseyside biru. Demikian ungkap Lescott.

“Klub lama saya, Everton, alami masa-masa sulit dan Rafa Benitez menyambut derby Merseyside kali ini di bawah tekanan besar,” tandas Lescott kepada Livescore, seperti dilansir Express.

“Hasil pertandingan menjadi salah satu sebabnya, dan skuad Rafa Benitez hanya kantongi dua poin dalam tujuh pertandingan tersebut, di mana dianggap sebagai hasil yang buruk menurut standar klub manapun. Namun kekhawatiran utama saya, adalah cara kekalahan yang mereka bukukan dalam pertandingan melawan beberapa tim yang harusnya mereka kalahkan,” tegas Lescott.

“Menyaksikan bagaimana tim-tim promosi di Watford dan Brentford tidak hanya mengalahkan mereka, tapi juga mendominasi jalannya pertandingan, itu sama sekali tidak bisa diterima untuk klub sebesar Everton,” tambahnya.

“Masalah cedera memang memberi dampak besar pada tim, tapi hal itu juga dialami sebagian besar tim Liga Premier di beberapa saat dalam satu musim,” ujar Lescott yang pernah membela Everton di tahun 2006 hingga 2009.

“Everton memang sangat tidak beruntung, karena harus kehilangan banyak pemain penting. Dominic Calvert-Lewin, Abdoulaye Doucoure, Richarlison, Yerry Mina, kesulitan saat mencoba untuk menutupi ketidakhadiran mereka, begitu juga dengan pemain pinggiran yang sudah dimasukkan, belum bermain sesuai harapan,” ujar mantan bintang Goodison Park uang kini sudah berusia 39 tahun itu.

“Perjalanan buruk ini tentunya mendorong pembicaraan mengenai kelangsungan masa depan Rafa Benitez di klub itu, dan saya pikir hasil yang buruk – atau lebih khusus lagi, kinerja yang buruk, di laga melawan Liverpool, bisa memicu masalah serius baginya,” tambahnya.

Everton menjadi tim Liga Premier dengan performa terburuk saat ini. Setelah awali musim dengan baik, di mana The Toffees berada di posisi kelima di awal bulan Oktober, klub itu tercatat belum pernah menang lagi sejak 25 September 2021.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO

Gilabola.com menyajikan informasi terkini dengan gaya bahasa ringan yang mudah dipahami dan update terbaru dari kompetisi Eropa dan internasional. Kunjungi juga channel Youtube resmi kami di @gilabolanews dan @gilabolastory

SebelumnyaManchester United Punya Target Manajer Baru, Mantan Bos City Pemenang Euro 2020
SelanjutnyaEdinson Cavani Tampil Starter, MU Akan Jauh Lebih Baik