
Keberhasilan Pep Guardiola di ajang Piala Liga Inggris atau Carabao Cup kembali terlihat setelah kemenangan Manchester City atas Arsenal pada hari Minggu. Catatan sang pelatih di kompetisi ini pun semakin menegaskan dominasinya selama satu dekade terakhir di sepak bola Inggris.
Gol sundulan ganda Nico O’Reilly pada babak kedua memastikan kemenangan di Wembley, menambah satu lagi momen berkesan bagi Manchester City di stadion nasional.
Selama 10 tahun berkarier di Liga Inggris, Guardiola tidak hanya menciptakan dampak besar di berbagai kompetisi, tetapi juga membangun reputasi kuat di Carabao Cup.
Rekor Juara yang Tak Tertandingi
Guardiola menjadi manajer pertama sekaligus satu-satunya yang berhasil meraih lima gelar Carabao Cup sejak kompetisi ini dimulai pada 1960. Ia melampaui pencapaian Brian Clough, Alex Ferguson, dan Jose Mourinho yang masing-masing mengoleksi empat trofi.
Menariknya, Guardiola selalu menang di setiap final yang ia jalani. Dalam lima kesempatan tersebut, ia mengalahkan Arsenal dua kali, serta Chelsea, Aston Villa, dan Tottenham Hotspur.
Gelar pertamanya bersama Manchester City diraih pada 2018 setelah mengalahkan Arsenal. Kesuksesan itu menjadi awal dominasi domestik yang kemudian berlanjut, termasuk empat gelar beruntun dari 2018 hingga 2021.
Persentase Kemenangan Tinggi
Dari total 39 pertandingan di Carabao Cup, Guardiola mencatatkan 29 kemenangan. Ini berarti tingkat kemenangan mencapai 74%. Selain itu, hanya terdapat lima kekalahan dan lima hasil imbang.
Dalam lima dari sepuluh musim yang ia jalani, tim asuhannya bahkan tidak terkalahkan di kompetisi ini, menunjukkan konsistensi yang sangat tinggi.
Produktivitas Gol yang Impresif
Manchester City tampil sangat tajam dengan mencetak 83 gol dari 39 laga, atau rata-rata 2,1 gol per pertandingan. Di sisi pertahanan, mereka hanya kebobolan 26 kali, setara 0,66 gol per laga.
Perbedaan gol mencapai +57, angka yang menunjukkan dominasi besar di kompetisi ini. Musim 2018/2019 menjadi yang paling menonjol, dengan 16 gol dicetak dalam enam pertandingan dan hanya kebobolan satu gol sepanjang perjalanan menuju gelar.
Pemain dengan Jam Tampil Terbanyak
Phil Foden menjadi pemain yang paling sering dimainkan, tampil dalam 29 dari 39 pertandingan di bawah Guardiola. Kompetisi ini juga menjadi jalur penting bagi pemain akademi tersebut untuk menembus tim utama.
Di belakangnya, Bernardo Silva mencatat 23 penampilan, diikuti Ilkay Gundogan (22), Kevin De Bruyne (21), dan Kyle Walker (20).
Daftar Pencetak Gol Terbanyak
Riyad Mahrez menjadi pencetak gol terbanyak Manchester City di Carabao Cup era Guardiola dengan delapan gol dari 19 pertandingan.
Di bawahnya terdapat Gabriel Jesus dan Sergio Aguero yang masing-masing mencetak tujuh gol. Sementara itu, Phil Foden mengoleksi enam gol, serta Kevin De Bruyne dan Raheem Sterling masing-masing lima gol.
Kemenangan Terbesar Sepanjang Sejarah
Kemenangan agregat 10-0 atas Burton Albion pada semifinal musim 2018/2019 menjadi rekor skor terbesar dalam dua leg di kompetisi ini.
Manchester City menang 9-0 pada leg kandang, sebelum memastikan kelolosan dengan kemenangan 1-0 di laga tandang. Selain itu, City juga pernah menyingkirkan Manchester United, Arsenal, Bristol City, dan Newcastle United di babak semifinal.
Performa Musim 2025/2026
Musim 2025/2026 kembali menjadi periode sukses bagi Manchester City di Carabao Cup. Mereka memenangkan seluruh enam pertandingan tanpa perlu melalui perpanjangan waktu maupun adu penalti.
City mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua kali sepanjang turnamen. Perjalanan dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Huddersfield Town, dilanjutkan kemenangan 3-1 di markas Swansea City.
Di perempat final, Brentford dikalahkan 2-0. Lalu di semifinal, City menyingkirkan Newcastle United dengan agregat 5-1.
Dua pemain, Omar Marmoush dan Rayan Cherki, menjadi pencetak gol terbanyak tim musim ini dengan masing-masing tiga gol.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!