Site icon Gilabola.com

Rio Ngumoha Bikin Liverpool Tersenyum di Musim Suram, Salah dan Mac Allister Malah Turun Drastis

Rio Ngumoha pemain Liverpool

Gilabola.com – Liverpool memang masih berhasil mengamankan tiket Liga Champions untuk musim ketiga beruntun. Hanya Arsenal dan Manchester City yang mampu menyamai catatan itu di Premier League saat ini.

Tapi kalau melihat perjalanan sepanjang musim, hasil tersebut jelas belum cukup menutupi banyak masalah yang muncul di skuad The Reds.

Banyak pemain tampil jauh di bawah standar. Adaptasi sejumlah rekrutan baru juga berjalan alot. Dampaknya terasa hampir sepanjang musim.

Gilabola.com memberi penilaian terhadap seluruh skuad Liverpool dari 57 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Hanya pemain yang tampil minimal 15 menit yang masuk perhitungan rating.

Dan hasilnya cukup mengejutkan.

Rio Ngumoha Langsung Mencuri Perhatian

Dominik Szoboszlai menjadi pemain dengan rating tertinggi di skuad Liverpool musim ini dengan rata-rata nilai 6,92. Gelandang asal Hungaria itu tampil di banyak posisi dan tetap mampu menjaga performa meski mulai terlihat kelelahan menjelang akhir musim.

Namun sorotan terbesar justru mengarah ke Rio Ngumoha.

Winger berusia 17 tahun itu mencatat rating rata-rata 6,75 dari 20 penampilan. Angka tersebut menempatkannya di posisi kedua dalam daftar pemain terbaik Liverpool musim ini.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Sebuah sinyal besar kalau Liverpool mungkin sudah menemukan calon bintang baru mereka.

Di bawah Ngumoha ada Alisson Becker dengan rating 6,69. Meski tak lagi berada di level terbaiknya, kiper asal Brasil itu masih menunjukkan kualitasnya setiap kali dimainkan. Sayangnya, cedera hamstring membuatnya terlalu sering absen musim ini.

Florian Wirtz mencatat rating 6,63 setelah menjalani musim yang naik turun. Performa terbaiknya muncul saat memasuki periode musim dingin setelah proses adaptasinya mulai berjalan lancar. Cedera dalam beberapa bulan terakhir membuat ritmenya kembali terganggu.

Mohamed Salah Tak Lagi Sama

Andy Robertson memang bukan lagi pilihan utama di posisi bek kiri, tetapi ia masih cukup solid saat dipercaya tampil. Sementara Conor Bradley sebenarnya sempat tampil menjanjikan sebelum cedera serius pada Januari menghentikan momentumnya.

Virgil van Dijk juga masih mencatat rating cukup baik di angka 6,40. Namun jadwal padat dan terlalu sering dimainkan mulai memengaruhi performanya.

Hugo Ekitike mengoleksi rating 6,34 setelah memikul tanggung jawab besar di lini depan. Cedera Achilles pada April akhirnya mengakhiri musimnya lebih cepat.

Curtis Jones tampil cukup konsisten dengan rating 6,28, termasuk saat dimainkan sebagai bek kanan pada pekan-pekan terakhir musim.

Ryan Gravenberch kesulitan menemukan stabilitas di lini tengah Liverpool yang sepanjang musim terlihat belum benar-benar solid. Sementara Joe Gomez menjalani musim yang cukup layak ketika mendapat kesempatan bermain.

Jeremie Frimpong sempat tampil bagus setelah pulih dari cedera kedua pada Desember. Tapi setelah kembali mengalami masalah fisik untuk ketiga kalinya, performanya tak lagi sama.

Yang paling mencolok tentu Mohamed Salah.

Pemain asal Mesir itu hanya mendapat rating rata-rata 6,14. Angka yang terasa sangat rendah jika dibandingkan standar tinggi yang ia bangun selama delapan tahun terakhir di Anfield.

Padahal Salah masih menutup musim dengan 22 kontribusi gol dari 41 pertandingan.

Cody Gakpo juga gagal mengulang performa musim lalu dan bahkan sempat menjadi sasaran kritik sebagian suporter Liverpool.

Mac Allister Jadi Paling Buruk

Alexis Mac Allister menjadi salah satu nama yang paling mengecewakan musim ini. Rating rata-ratanya hanya 5,93.

Penurunan performanya terjadi cukup drastis dan nyaris tak punya banyak momen bagus sepanjang musim. Cedera memang sempat disebut sebagai faktor, tetapi gelandang Argentina itu tetap tampil di hampir semua pertandingan Liverpool.

Federico Chiesa sempat memberi harapan lewat beberapa penampilan dari bangku cadangan di awal musim. Namun fakta bahwa ia hanya menjadi starter lima kali dari total 36 laga berbicara banyak soal situasinya.

Lalu ada Alexander Isak.

Striker asal Swedia itu menjalani musim yang benar-benar buruk dengan rating 5,65. Liverpool jelas berharap situasinya berubah total musim depan.

Opini Gilabola.com

Rio Ngumoha bisa jadi salah satu alasan Liverpool tak perlu terlalu panik menghadapi masa transisi skuad. Di usia 17 tahun, ia sudah mampu memberi dampak nyata saat banyak pemain senior justru kehilangan bentuk permainan terbaiknya.

Yang lebih mengkhawatirkan justru penurunan beberapa nama besar seperti Salah dan Mac Allister. Kalau tren ini berlanjut musim depan, Liverpool bakal punya pekerjaan jauh lebih berat daripada sekadar mengejar tiket Liga Champions.

Exit mobile version