Roman Abramovich Jarang Tampil Tapi Masih Cinta Chelsea

Roman Abramovich, Chelsea

Gilabola.com – Pemilik Chelsea Roman Abramovich masih bersemangat dengan The Blues dan mencoba yang terbaik untuk terlibat setiap hari meskipun ia sudah lama tidak berada di Stamford Bridge, kata bek David Luiz.

Miliarder asal Rusia, Abramovich mengalami masalah dalam memperbarui visa Inggrisnya tahun lalu di tengah ketegangan antara kedua negara dan dia belum pernah terlihat di pertandingan Chelsea musim ini.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Laporan media Inggris mengindikasikan bahwa Abramovich sudah lelah dan bahkan terlihat ingin menjual klub yang dimilikinya tersebut tetapi Luiz mengatakan pria berusia 52 tahun itu tidak kehilangan rasa lapar untuk sukses setelah berbicara dengannya sebelum memperbarui kontraknya di Chelsea minggu lalu.

“Saya memiliki kesempatan untuk berbicara dengannya minggu lalu untuk memutuskan masa depan saya,” kata Luiz kepada The Daily Mail. “Dia mencintai klub dan semua yang ada di dalam klub. Dia ingin memenangkan segalanya, dia ingin berbuat lebih banyak.”

“Sulit baginya, dia memang telah lama tak hadir di Stamford Bridge tetapi hatinya ada di sini. Dia mencoba terlibat setiap hari. Dia masih sangat bersemangat untuk klub. Dia memiliki rasa lapar yang sama, berpikir untuk menang. Dia tidak ingin kehilangan energi.”

“Dia yang membangun Chelsea – segalanya di Chelsea berubah karena dia. Hasilnya berbicara sendiri, 15 trofi dalam 15 tahun.”

Chelsea finis di urutan ketiga klasemen Liga Inggris di bawah asuhan Maurizio Sarri yang membuat The Blues kembali ke Liga Champions dan Luiz mengatakan klub asal London barat ini telah melampaui harapan mereka musim ini, dimana bisa menyelesaikan musim 2018/19 dengan meraih trofi Liga Europa jika berhasil mengalahkan Arsenal pada babak final di Baku akhir bulan ini.

“Kami tampil luar biasa, terutama ini adalah tahun pertama bagi pelatih baru kami,” tegas Luiz. “Tidak ada yang berharap Chelsea berada di urutan ketiga (klasemen Liga Inggris). Semua orang mengira kami takkan mendapatkan tempat di Liga Champions.”

“Kami saat ini masuk final Liga Europa dan kami kalah di Piala Liga lewat adu penalti, sebuah kompetisi di mana kami mengalahkan Liverpool dan Tottenham dan merupakan tim yang lebih baik saat melawan Manchester City di final.”