Romelu Lukaku Akui Sulit Cetak Gol Karena Kelewat Berotot

Romelu Lukaku Akui Sulit Cetak Gol Karena Kelewat Berotot

Gilabola.com – Romelu Lukaku mengakui jika dirinya jadi kesulitan cetak gol karena kelewat berotot di raksasa Liga Inggris, Manchester United. Kondisi ini ia dapat usai kembali dari tugas kenegaraan bela Timnas Belgia.

Romelu Lukaku sendiri baru membantu Manchester United kalahkan Fulham dengan skor 4-1. Ia artinya sekalian akhiri puasa gol di laga pada pekan ke-16 Premier League 2018/19 akhir pekan lalu tersebut. Lukaku sendiri mencetak gol ketiga untuk tim polesan Jose Mourinho pas di ujung babak pertama.

Musim ini, Romelu Lukaku baru bisa mencetak 6 gol saja dari total 15 pertandingan di semua kompetisi yang ia ikuti bersama Manchester United. Wajar jika dirinya sempat jadi bulan-bulanan kritik fans dan pihak lain.

Catatan gol ke gawang Fulham menjadi gol pertama Lukaku di Old Trafford sejak bulan Maret silam dan mulai meredakan kritik terhadap dirinya. Lukaku jadi mulai dipercaya akan kembali menemukan kepercayaan dirinya. Gol tambahan dipercaya akan terus bermunculan dari dirinya seperti sedia kala.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Berikan pembelaan, Romelu Lukaku klaim sulit mencetak gol karena dirinya kelewat berotot di Manchester United. Ia balik ke MU dalam keadaan lebih kekar usai main bagus di Piala Dunia 2018 bersama timna Belgia.

Romelu Lukaku rasakan perbedaan jelas

Romelu Lukaku akui perlu membesarkan badan untuk menyesuaikan diri dengan taktik Timnas Belgia. Saat hal itu berhasil di Timnas, namun cara itu malah tidak berhasil saat diterapkan dalam taktik Jose Mourinho.

“Saya sudah menambahkan beberapa otot untuk main di Piala Dunia. Saya jadi merasa hebat dan saya pikir saya bermain hebat juga di Rusia, tetapi pada saat saya kembali lagi saya malah mendapati gaya sepak bola yang berbeda (di Manchester United),” jelas Romelu Lukaku.

“Kalau di Premier League, saya jadi tidak bisa bermain dengan jumlah otot yang sama seperti saya lakukan di ajang sepak bola internasional (Piala Dunia),” pungkasnya.