Roy Hodgson Tak Sengaja Salah Jual Pemain Saat Latih Liverpool

Roy Hodgson Tak Sengaja Salah Jual Pemain Saat Latih Liverpool

Roy Hodgson diduga menjual pemain yang salah secara tidak sengaja ketika dia bertanggung jawab atas Liverpool.

Hodgson mengambil alih Liverpool pada 2010 dimana ia hanya bertahan selama enam bulan di Anfield sebelum ia dipecat pada bulan Januari di tahun berikutnya.

Saat bertugas di Liverpool, Hodgson membawa bek kiri Paul Konchesky dari mantan klubnya Fulham, dengan pemain akademi The Reds, Alexander Kacaniklic dan Lauri Dalla Valle pindah ke Fulham sebagai bagian dari kesepakatan.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Namun, Kacaniklic secara sensasional mengungkapkan bahwa Hodgson tidak bermaksud untuk membiarkannya pergi, sebaliknya berpikir bahwa adalah Alex yang lainnya yang seharusnya pindah ke Craven Cottage.

“Agak sulit bagi Liverpool untuk menggantikan saya,” kata Kacaniklic kepada podcast Lundh. “Ketika saya berada di Fulham dan sebelum saya menandatangani kontrak, saya berbicara dengan Roy Hodgson di telepon, di mana kami mengetahui bahwa dia telah menjual Alex yang salah.”

“Dia pikir dia mengganti Alex lain untuk Konchesky. Tapi kemudian sudah terlambat. Agak lucu memang,” jelasnya.

Roy Hodgson merubah nasib seorang pemain Liverpool

“Kemudian dia hanya mengatakan kepada saya bahwa saya disambut kembali di klub dengan tangan terbuka, tetapi saya harus melakukan apa yang saya rasa benar.”

“Saya tidak [kembali]. Kemudian saya sudah berubah pikiran dan sangat bersemangat datang ke Fulham. ”

Tidak jelas siapa Alex lainnya yang dibicarakan oleh Kacaniklic. Pemain asal Swedia itu, yang kini berusia 27 tahun dan bermain untuk Hammarby di tanah kelahirannya, berada di klub dalam skuad muda The Reds dari tahun 2007 hingga 2010.

Meskipun akhir kariernya agak aneh di Anfield, ia hanya memiliki kenangan indah tentang raksasa Liga Inggris tersebut.

“Itu luar biasa, luar biasa,” lanjut Alex. “Masuk di akademi The Reds, betapa profesionalnya itu. Fantastis bisa dilatih oleh semua pelatih disana dan kemudian berlatih dengan semua pemain di Melwood – itu adalah mimpi.”