Gilabola.com – Legenda Premier League, Alan Shearer, memberikan kritikan keras pada Ruben Amorim usai pergantian pelatih ke Michael Carrick membuat Manchester United tampak menjadi tim yang berbeda.
Setelah 14 bulan dengan perkembangan tim yang tidak stabil, Amorim akhirnya diberhentikan dari pekerjaannya sebagai pelatih klub dan kemudian digantikan Carrick sebagai pelatih interim.
Selama era bos Portugal itu, Manchester United dipaksa bermain dengan taktik yang tidak biasa mereka mainkan, dengan 3-4-2-1, di mana taktik tiga bek tidak umum dalam sejarah permainan The Red Devils.
Masalahnya adalah, Amorim kemudian tetap bersikap kaku terhadap taktiknya meski hasil tidak kunjung memuaskan, dengan dia hanya mencatatkan rata-rata 1,43 poin per pertandingan.
Statisik Ruben Amorim di Manchester United
- Pertandingan : 63
- Menang : 25
- Imbang : 15
- Kalah : 23
- Perbandingan gol-kebobolan : 122-114
- Rata-rata poin per pertandingan : 1,43
Menariknya, ketika kemudian terjadi pergantian pelatih ke Michael Carrick, Manchester United langsung menampilkan kualitas permainan yang berbeda dengan kemenangan mengesankan atas Manchester City dan Arsenal.
Tak pelak kebangkitan cepat Setan Merah itu memicu reaksi dari berbagai kalangan karena perubahan instan dan drastis dari tim, dan kini Alan Shearer ikut memberikan komentar tajam terkait perubahan besar ini.
Legenda Premier League itu menilai bahwa perkembangan Manchester United di bawah asuhan Carrick ini justru menjadi bukti kegagalan Amorim. Dia melihat perbedaan filosofi bermain jadi faktor utama perubahan kinerja tim.
Menurut Shearer, Amorim terlalu kaku dengan taktik yang dimainkannya, dengan mantan bos Sporting CP itu enggan untuk beradaptasi dan fleksibel terhadap taktiknya meski hasil pertandingan tidak mendukung.
Eks striker Newcastle United itu menambahkan bahwa penolakan atas perubahan yang dilakukan Amorim menjadi akar persoalan karena pelatih Portugal itu memilih bertahan dengan satu cara kerja tanpa menyesuaikan dengan kecocokan pemain yang dimilikinya.
Taktik tiga bek yang dimainkan Amorim juga dikritik Shearer yang menurutnya formasi itu membuat tim menjadi tidak seimbang, mengurangi potensi menyerang sembari melemahkan transisi bertahan.
Kini, setelah Carrick masuk sebagai karetaker, dia membuat perubahan cepat dengan mengembalikan tim ke taktik empat bek yang lebih familier dengan skuad Manchester United dan bahkan dampaknya langsung terasa, menang dua dari dua laga.
Opini Gilabola
Sebenarnya agak buru-buru dengan perbandingan ini karena Carrick baru melatih untuk dua laga. Tapi, jika Carrick berhasil mempertahankan tren positif hingga akhir musim, mungkin itu baru benar-benar membuktika kegagalan Amorim dengan taktiknya di Manchester United.

