Ruben Amorim Habis Kesabaran, Manchester United Juga Sama: Pemecatan pun Terjadi!

Gilabola.com – Kabar mengejutkan datang dari Inggris saat Manchester United akhirnya memecat Ruben Amorim setelah 14 bulan bekerja sebagai pelatih kepala di Old Trafford.

Pemecatan ini terjadi setelah konflik berkepanjangan antara pihak Amorim dan manajemen klub soal kebijakan transfer, taktik, dan komentar terbuka bos Portugal itu usai laga melawan Leeds United.

Menurut laporan dari Inggris, sebagaimana diungkap berbagai media seperti The Guardian dan Sky Sports, Amorim merasa tidak diberi kewenangan penuh sebagai manajer, terutama dalam urusan transfer.

Di sisi lain, pihak manajemen menilai bahwa mantan pelatih Sporting CP itu gagal berkembang setelah 14 bulan bekerja dan terlalu ngotot dengan taktik 3-4-3 yang tidak berhasil.

Kini, Manchester United langsung bergerak cepat dengan menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim, dengan perburuan untuk pelatih baru dimulai untuk menyelamatkan musim The Red Devils.

Konflik Transfer Meledak

Sebelum dipecat, Ruben Amorim beberapa kali menyinggung soal kurangnya dukungan transfer dari pihak klub. Dia bahkan pernah mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan untuk perubahan skuad di bursa transfer Januari.

Padahal dia merasa skuad asuhannya masih butuh peningkatan untuk bisa bersaing di papan atas klasemen dalam persaingan yang semakin sulit, sementara dia merasa tidak mendapatkan dukungan dari klub untuk memperkuat skuadnya.

Keluhan juru taktik Portugal secara terbuka itu terasa sebagai sindiran keras untuk tim rekrutmen klub. Amorim bahkan menuntut mereka bekerja lebih maksimal untuk meningkatkan tim.

Menurut laporan, hubungan Ruben Amorim dengan Jason Wilcox pun ikut retak. Keduanya tidak lagi berada dalam satu frekuensi dan akhirnya perpisahan tidak lagi terelakkan.

Amorim merasa bahwa dia datang ke Manchester United sebagai manajer, bukan sekadar pelatih. Sebagai manajer, dia ingin memikiki kontrol lebih besar dalam keputusan tim, termasuk dalam urusan transfer pemain.

Namun pihak manajemen memiliki pandangan berbeda, menempatkan struktur manajemen klub tetap di atas pelatih kepala, termasuk dalam urusan perekrutan pemain dan perubahan skuad.

Manchester United juga menilai Amorim terlalu keras kepala dan ngotot dengan taktik 3-4-3 yang dianggap kaku, cenderung kurang fleksibel untuk mengubah pendekatan taktiknya terlepas dari serangkaian hasil yang tak kunjung memuaskan.

Klub juga merasa sudah memberikan banyak dukungan untuk bos Portugal itu di bursa transfer, termasuk menghabiskan hampir Rp 5 Triliun selama musim panas lalu untuk mendatangkan para pemain seperti Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko.

Pendapat Kami

Pemecatan ini hanya akan membuat Manchester United kembali memulai ulang proyek yang belum selesai, dan kita pasti bertanya: kapan siklus ini benar-benar berhenti? Mereka sekarang harus benar-benar cermat dalam menunjuk pelatih baru dan arah yang benar-benar ingin dituju klub sebelum mengulang kembali kesalahan yang sama.