Ruben Loftus-Cheek Sedih Diharapkan Pergi Dari Chelsea

Ruben Loftus-Cheek Sedih Diharapkan Pergi Dari Chelsea

Ruben Loftus-Cheek saat ini tengah bersedih karena semakin diharapkan pergi dari raksasa Liga Inggris, Chelsea. Gelandang itu tetap mengerti kenapa banyak yang mendesak dia untuk pergi pada bulan Januari.

Kurangnya waktu permainan telah menyebabkan pertanyaan seputar masa depan Loftus-Cheek di kubu The Blues. Ia menyadari hal tersebut dan paham kenapa bisa ada tekanan seperti itu pada dirinya saat sudah betah main bola di Chelsea.

“Saya sering mendengarnya, dan saya dapat melihat mengapa orang-orang mengatakan itu, karena saya berusia 22 tahun sekarang dan belum terlalu banyak memulai Premier League untuk nama saya,” ujarnya melalui Sky Sports.

Ruben Loftus-Cheek masih disukai Maurizio Sarri

“Saya tidak dapatkan terlalu banyak menit, entah itu di Premier League dan Championship, dan pada 22 itu tidak terlihat cukup oleh beberapa orang. Saya mendengarnya. Saya suka klub dan saya suka Chelsea, saya ingin bermain untuk Chelsea.”

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

“Musim lalu (pindah ke Palace dengan status pinjaman) adalah keputusan yang saya buat karena saya tidak bermain sepak bola benar-benar, pada usia 21, dan musim lalu sangat bagus untuk saya di Palace – 24 (penampilan) saya pikir saya sudah di Liga Premier, dan kemudian melanjutkan dan membuat debut Inggris saya. Saya membuat banyak langkah tahun lalu.”

“Bermain sepakbola sangat besar untuk saya dan Anda dapat melihat mengapa orang ingin melihat saya bermain, dan saya ingin bermain juga,” pungkasnya dengan sedih.

Sang pemain sendiri sejatinya sudah mulai memperlihatkan permainan yang bagus dalam laga-laga terakhir Chelsea. Maurizio Sarri selaku pelatih juga mengakui hal itu. Sarri masih menilai bahwa Loftus-Cheek masih harus meningkatkan kemampuan defensifnya apabila ingin terus bermain dibawah kepelatihan dirinya.

“Ruben itu sudah memainkan banyak pertandingan di bulan Oktober. Saya rasa ia tidak akan pergilah. Namun, saya tak bisa menjamin hal yang sama untul Gary. Dia juga telah memainkan cukup banyak parti bulan ini dan saya tak ingin dia pergi. Karena kami masih membutuhkan sosoknya di atas dan diluar lapangan saat bertading,” jelas Sarri.