Sadio Mane, Sempat Jeblok Kini Kaum Elit Liverpool

Sadio Mane Masuk Daftar Pemain Elit Liverpool

Gilabola.com – Sadio Mane jadi penyerang kunci dalam kesuksesan Liverpool musim lalu, dan selangkah lagi masuk jajaran pemain elit di musim 2018/19.

Mane yang baru mengenakan jersey bernomor punggung 10 pada pramusim tahun lalu, jadikan musim 2018/19 sebagai momen besar baginya. Pada tahun 2019 ini, pemain asal Senegal itu berpeluang membuktikan dirinya layak disebut sebagai salah satu dari beberapa penyerang terbaik di Liga Premier.

Ada pemikiran yang masuk akal bahwa, setelah The Reds urung menandatangani kontrak Nabil Fekir pada musim panas lalu, Mane akan beroperasi tidak hanya dengan jersey bernomor 10, tapi juga dalam peran pemain nomor 10.

Sebaliknya, ia telah berada di berbagai posisi – kecuali posisi nomor 10 itu, dan telah berkembang pesat di semua lini permainannya. Inilah yang menjadi faktor besar dalam kesuksesan Liverpool menjadi penantang gelar Liga Premier musim lalu. Dia juga menjadi pemain penting dalam perjalanan the Reds ke final Liga Champions.

Performanya Sempat Jeblok

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Sama seperti anggota skuad lainnya, air mata para pemain the Reds di Kiev telah berubah menjadi senyuman lebar saat final Liga Champions tahun ini digelar di Madrid, termasuk Sadio Mane.

Mane datang ke Anfield dari Southampton dan menjadi bintang saat ia dimainkan dalam peran sayap kanan. Ia kemudian beralih ke posisi penyerang sayap kiri di musim keduanya bersama the Reds.

Meskipun secara bertahap berhasil mengembangkan kemampuannya dalam mencetak gol, tapi Mane juga sempat alami penurunan yang signifikan dalam performanya di sekitar pertengahan musim. Demikian seperti dilansir dari thisisAnfield.com.

Bangkit Setelah Formasi Berubah

Namun, musim ini sedikit berbeda. Mane tidak seluruhnya menembak dari sisi kanan sejak kickoff kembali digelar pada Agustus. Tapi, dia masih berikan kontribusi yang baik bagi Liverpool.

Sebenarnya, pada awalnya, Sadio Mane lakukan hal yang sangat penting. Yakni, gol-gol yang telah mengamankan keunggulan dalam pertandingan melawan Crystal Palace dan Leicester City, yang berikan The Reds poin besar di saat muncul tanda-tanya besar pada lini serang the Reds yang agak meragukan.

Perubahan formasi the Reds menjadi 4-2-3-1 membuat Mane jauh lebih terlibat dalam membangun serangan ketimbang berada di kotak penalti. Mane pun berhasil bukukan 26 gol untuk the Reds di semua kompetisi musim lalu, menggandakan koleksi gol di musim debutnya di Anfield, dan menjadi total gol terbaik dalam karir profesionalnya sejauh ini.