Sandro Tonali akhirnya angkat bicara setelah kepindahannya dari Newcastle United ke Tottenham Hotspur hampir rampung. Gelandang asal Italia itu menegaskan dirinya meninggalkan St James’ Park tanpa menyisakan persoalan dengan klub.
Tottenham mencapai kesepakatan dengan Newcastle pada Rabu malam waktu setempat. Nilai transfer Tonali mencapai sekitar Rp2,2 triliun, membuat Newcastle meraup keuntungan besar hanya dua tahun setelah merekrutnya.
Newcastle Untung Besar dari Penjualan Tonali
Newcastle mendatangkan Tonali dari AC Milan pada 2023 dengan nilai transfer sekitar Rp1,2 triliun. Kini, klub berhasil melepas pemain berusia 26 tahun tersebut dengan nilai hampir dua kali lipat.
Transfer itu juga menjadi penjualan termahal kedua dalam sejarah Newcastle setelah Alexander Isak yang sebelumnya dilepas ke Liverpool dengan nilai sekitar Rp2,9 triliun.
Meski hanya menjalani dua musim penuh bersama Newcastle, perjalanan Tonali tidak berjalan mulus. Beberapa bulan setelah bergabung, ia harus menjalani hukuman larangan bermain selama 10 bulan akibat kasus taruhan.
Tonali kembali merumput pada awal musim 2024-2025. Ia ikut membantu Newcastle mengakhiri puasa gelar selama 56 tahun lewat keberhasilan menjuarai Carabao Cup sekaligus membawa tim lolos ke Liga Champions.
Namun, musim berikutnya Newcastle gagal mengamankan tiket kompetisi Eropa setelah finis di peringkat ke-12 Liga Inggris. Dalam situasi itu, Tonali mengaku sudah memiliki kesepakatan lisan dengan klub mengenai peluang hengkang.
Tonali Tegaskan Berpisah dengan Hubungan Baik
Keputusan Tonali meninggalkan Newcastle memunculkan reaksi beragam dari para pendukung. Sebagian merasa kecewa karena klub dan suporter tetap memberikan dukungan kepadanya selama menjalani hukuman larangan bermain.
Meski begitu, Tonali memastikan proses perpisahannya berlangsung secara baik.
“Prosesnya memang cukup panjang. Kami memiliki semacam kesepakatan dengan Newcastle. Kami berbicara setiap hari dan akhirnya semuanya tercapai. Mereka menginginkan yang terbaik dari saya, dan kami juga ingin memberikan kesepakatan terbaik untuk mereka.”
“Kami berpisah dengan hubungan yang sangat baik. Semua pihak merasa senang dan sekarang saya siap menjalani petualangan baru.”
Tonali juga menjelaskan alasan memilih Tottenham sebagai klub berikutnya.
Menurutnya, Roberto De Zerbi memiliki pengaruh besar terhadap keputusan tersebut. Selain itu, pertimbangan keluarga dan gaya hidup setelah tiga tahun berada di Newcastle juga menjadi faktor penting.
“Mengapa Tottenham? De Zerbi memainkan peran yang sangat besar. Ini juga merupakan pilihan terkait gaya hidup dan keluarga setelah tiga tahun di Newcastle.”
“De Zerbi layak mendapat banyak pujian. Dia melakukan semua itu bukan hanya karena berasal dari Brescia dan sebagai teman, tetapi juga karena dedikasi dan kerja kerasnya.”
Opini Gilabola.com
Keputusan Newcastle melepas Sandro Tonali dengan nilai sekitar Rp2,2 triliun bisa dipahami dari sisi bisnis karena klub memperoleh keuntungan besar.
Namun, dari sudut pandang sepak bola, kepergian gelandang yang sempat menjadi bagian penting saat Newcastle meraih Carabao Cup tetap menyisakan tanda tanya.
Tidak mengherankan jika sebagian suporter merasa kecewa, meski Tonali menegaskan bahwa perpisahan dengan klub berlangsung secara baik.

