Sarri Ternyata Pernah Dibuat Mati Kutu Pemain Chelsea

Sarri Ternyata Pernah Dibuat Mati Kutu Pemain Chelsea

Gilabola.com – Sarri ternyata pernah dibuat mati kutu oleh satu pemain klub Liga Inggris, Chelsea. Ia mematung dan tak berkata apa-apa.

Maurizio Sarri sendiri saat ini sudah lebih matang dan menikmati masa indahnya bersama Juventus. Meski sekarang tengah berjaya, namun dirinya dilaporkan Fox Sports juga pernah mengalami hal tak menyenangkan saat masih memoles Chelsea meski sanggup juara Liga Europa.

Hal itu dibocorkan sendiri oleh bekas pemainnya, Robert Green. Ia masih ingat laga final Carabao Cup yang diwarnai pemberontakan Kepa Arrizabalaga saat akan ditarik keluar. Ia juga masih ingat situasi mencekam di ruang ganti setelah pertandingan tersebut.

“Rekan satu tim saya menyerah (menghadapi kerasnya sikap pelatih) dan berkata, ‘kami sudah sangat peduli’, tapi mereka pada kenyataanya tidak banyak berbicara juga,” kenang Green kepada The Athletic.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Saya jadi berpikir dalam hati, tidak bisa begini-begini terus nih. Saya langsung labrak pelatih, ‘Dengar, kamu lagi berada di posisi yang sulit dan saya mengerti itu, karena ada yang tidak beres di klub ini yang bisa saya lihat. Kamu dan semua yang ada di sini pasti melihat masalahnya saat orang di luar tidak tahu, jadi saya akan bilang sejujurnya apa yang harus saya bilang.”

Sarri baru kali itu dibuka pikirannya saat rapat tim

“Saya langsung bilang, ‘Kamu itu pelatih yang tidak punya rencana cadangan. Kamu itu jenis pelatih yang suka bertransaksi. Kami bukan jenis pemain yang bisa diperlakukan seperti itu, mereka peduli tapi mereka takut mengatakannya pada kamu seperti saya saat ini.”

“Saya masa bodoh karena apa yang akan kamu lakukan, mengusir saya dari tim? Saya mengoceh selama 15 menit. Banyak pemain yang bilang apa yang saya sampaikan sama dengan yang ada di kepala mereka, tapi takut untuk menyatakannya.”

“Terus, apa yang pelatih lakukan? Kami semua yang jelas kompak keluar dari ruang ganti dan dia hanya terdiam di depan pintu. Saya jadi berpikir, ‘Mampus deh gue’, tapi dia malah menjabat tangan saya dan bilang, ‘Terima kasih yaa, baru kali ini ada orang yang membuat saya jadi berpikir saat rapat tim.”