Serge Aurier Ingin Tottenham Ikuti Keinginan Mourinho

Serge Aurier Ingin Tottenham Ikuti Keinginan Mourinho

Gilabola.com – Serge Aurier ingin Tottenham Hotspur mengikuti taktik Jose Mourinho walau belum menunjukkan hasil positif di pentas Liga Inggris.

Pria asal Portugal yang akan diguyur bonus jika tim lolos Liga Champions itu ditunjuk menggantikan Mauricio Pochettino pada November lalu dengan selisih 11 poin dari posisi empat besar. Kini jarak The Lillywhites dengan Chelsea yang menghuni peringkat keempat hanya sembilan poin, yang diraih berkat satu kemenangan dari lima pertandingan Liga Inggris.

Kurang memuaskannya performa Tottenham dikeluhkan publik, terutama di pertandingan melawan Liverpool, akhir pekan lalu, yang dirasa terlalu bermain bertahan di babak pertama dan kurang tajam di babak kedua.

Walau demikian Serge Aurier berharap semua pihak untuk bersabar dan mengikuti keinginan Jose Mourinho sebab manajer kawakan itu mempunyai pengalaman segudang.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

“Mourinho telah memenangi beragam trofi dan semua orang ingin mengikuti caranya,” ujar Aurier pada Daily Telegraph.

“Ketika seorang manajer besar datang dan Anda lihat CV-nya berisi kemenangan, kemenangan dan kemenangan, tentu saja ada perubahan di dalam benak para pemain.”

Serge Aurier ingin main bola sebaik mungkin bersama Tottenham Hotspur

Serge merapat ke Tottenham Hotspur pada 2017 silam dan kini sering mendapatkan kesempatan bermain, walau sempat berniat hengkang pada musim panas lalu.

Menurutnya pengalaman-pengalaman di luar lapangan, seperti komentar soal Laurent Blanc dan Zlatan Ibrahimovic serta kasus penyikutan aparat kepolisian, menjadi hikmah tersendiri dan ia tidak ingin mengulanginya lagi.

“Tentu saja saya menyesali kesalahan-kesalahan tersebut karena itu bukan saya yang sesungguhnya. Keluarga saya, ketika kami membicarakan hal ini, mereka berkata ‘itu seperti bukan kamu’. Mereka mengaku tidak memahaminya karena seperti bukan saya. Sekarang saya lebih berhati-hati,” tambahnya.

“Saya membuat kesalahan-kesalahan karena [kala itu] saya masih muda. Sekarang sudah lebih baik lagi. Saya mempunyai seorang anak perempuan dan kehidupan saya telah berubah. Di Inggris orang-orang lebih tertarik dengan permainan sepak bola saya dan itu membuat saya lebih baik.”