Sergio Aguero atau Thierry Henry Top Skor Asing Nomor Wahid di Liga Inggris

Sergio Aguero atau Thierry Henry Top Skor Asing Nomor Wahid di Liga Inggris

Gilabola.com – Sergio Aguero telah lampaui Thierry Henry sebagai pemain asing yang mencetak gol paling banyak sepanjang masa di Liga Premier saat ini.

Ikon Argentina berusia 31 tahun itu mencetak hattrick saat Manchester City kalahkan Aston Villa, 6-1. Saat itu pula Aguero bukukan 177 golnya di kompetisi papan atas.

Sedangkan Thierry Henry yang jadi bagian dari tim asuhan manajer Arsenal, Arsene Wenger, yang terkenal di musim 2003/04 dan mendapat julukan ‘the Invincibles’ kantongi 175 gol dalam karirnya yang termasyhur itu.

Tapi, mana yang terbaik di antara dua bintang tersebut? Berikut ini ulasan dan perbandingan kedua pemain tersebut menurut SunSport:

SERGIO AGUERO

Penyelesaian Akhir dalam Pertandingan

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Statistik Aguero telah buktikan bahwa dia layak menjadi yang terbaik. Gol-golnya, aksi kerennya dalam mencetak gol, serta kecepatan yang hanya bisa ditandingi Henry dan Harry Kane.

Aguero seakan menjadi predator yang kejam yang kerapkali berusaha menguasai jalannya laga. Ia seringkali menendang bola, lancarkan tendangan sudut dengan kecepatan yang sedemikian rupa, sehingga kiper tak bisa bereaksi dengan jitu sampai bola melewatinya.

Aguero tak mencetak banyak gol yang membuat Anda geleng-geleng kepala. Dia bahkan jarang berlari melewati lini pertahanan lawan dari setengah jalan. Apa yang dia lakukan hanyalah menerapkan sentuhan akhir – menunjukkan ketenangan bahwa dia berkepala dingin di tengah kegilaan yang sangat sedikit dimiliki.

Sergio 'Kun' Aguero

Kerja Sama Tim

Pep Guardiola awalnya meragukan kebugaran Sergio Aguero secara keseluruhan dan keinginannya untuk bekerja dengan parameter Guardiola yang banyak menuntut. Tapi Aguero akhirnya berhasil membuat Gabriel Jesus menjadi pemain pengganti, karena dia berhasil menjawab semua pertanyaan itu. Aguero pun tunjukkan bahwa dia ingin menjadi pemain yang punya sentuhan akhir yang bisa diandalkan.

Meski demikian, Manchester City lebih banyak gol jarak dekat dibandingkan klub-klub lain, di mana ini menunjukkan konsekuensi dari cara mereka memotong dan masuk di belakang pertahanan lawan.

Aguero pun memainkan perannya dalam etika tim tersebut, bahkan jika dia cenderung lebih berikan umpan ‘pra-assist’ daripada umpan yang mengarah ke gol.

Dampaknya Terhadap Tim

Trofi yang diraih City sebelum kedatangan Aguero, terhitung sebanyak 10 tropi. Sementara sejak Aguero datang pada 2011 lalu, sebanyak sembilan trofi. Itulah dampak Aguero bagi suporter City – ‘hanya’ sembilan trofi di seluruh musim sejak ia gabung dari Atletico Madrid.

Sementara Vincent Kompany menjadi jantung bagi berkembangnya the Citizens dan David Silva yang jadi jiwanya, maka Aguero telah menjadi ujung tombaknya – pembunuh berdarah dingin.

Beberapa pelatih sudah datang dan pergi sejak dia gabung ke Etihad, tapi Aguero tetap tunjukkan penampilan yang konstan, berbahaya dan selalu menjadi ancaman bagi tim lawan, karena ambisinya untuk mencetak gol.

Faktor X

Satu momen. Sekali berlari. Satu gol. Aksi itu berhasil mengusir semua hantu, dan mengusir semua kegelapan yang siap menenggelamkan City sekali lagi. “Aguerooooo”.

Komentator Sky Sports, Martin Tyler, merangkum aksi tunggal terhebat dalam sejarah Liga Premier. Gelar tersebut dimenangkan lewat gol terakhir sepanjang musim – hampir tendangan terakhir – tepat saat Roberto Mancini dan timnya berada di ambang kehancuran.

Gol melawan QPR pada 2012 itu sudah cukup untuk memastikan status legenda City. Tapi dia tak pernah mengalah dalam ambisinya untuk mengulang tarian kemenangan itu.

THIERRY HENRY

Penyelesaian Akhir dalam Pertandingan

Henry tak mencetak skor tap-in dan sangat jarang mencetak gol lewat sundulan kepala. Jika dia melakukannya, dia mungkin akan menghabiskan waktunya di Arsenal dengan hampir 300 gol Liga Premier.

Hampir setiap golnya menjadi sesuatu yang indah, masuk ke gawang lawan dengan tepat hingga membuat kiper lawan tak berdaya dan para suporter terpesona. Kaki kiri atau kanan, ia bisa menyelesaikan dengan tepat dari jarak dan sudut manapun – seringkali di akhir ledakan kecepatan yang membawanya melalui kerumunan pemain bertahan.

Tidak seperti mayoritas pencetak gol produktif, Henry lakukan sebagian besar pekerjaan terbaiknya di luar area penalti, di mana ia lebih memilih untuk bekerja di jalur kiri sebelum memotong lawan.

Kerja Sama Tim

Henry suka mencetak gol, tapi itu bukan obsesinya. Dia lebih senang dengan keindahan dalam mencipta sebuah gol, daripada kuantitas mereka.

Selama delapan tahun di Arsenal, ia punya delapan mitra di lini serang, yakni Dennis Bergkamp, ​​Kanu, Sylvain Wiltord, Francis Jeffers, Jeremie Aliadiere, Robin van Persie, Jose Antonio Reyes dan Emmanuel Adebayor. Mereka semuanya saling membantu dalam mencetak skor.

Dia menyukai pujian yang sejalan dengan menjadi pemain utama The Gunners, sementara kepribadiannya yang menuntut sering membayangi rekan satu timnya.

Tapi Henry juga berikan lebih dari 100 assist saat di Arsenal dan bekerja lebih keras daripada pemain lain di lapangan, untuk membuat tim Arsene Wenger menjadi kekuatan yang tak tertahankan.

Thierry Daniel Henry

Dampaknya Terhadap Tim

Arsenal telah diubah menjadi klub adidaya di Liga Premier sebelum Henry tiba dari Juventus dalam kesepakatan senilai 11 juta Poundsterling untuk gantikan Nicolas Anelka pada 1999. Tapi, tidak ada keraguan terhadap pemain asal Prancis itu. Dia diyakini bisa  membawa The Gunners ke level lain.

Terinspirasi Henry, Arsenal menjadi satu-satunya tim dalam sejarah Liga Premier yang di sepanjang musimnya tak terkalahkan pada 2003/04, di mana ini menjadi salah satu dari dua gelar yang ia menangkan bersama-sama dua medali juara Piala FA.

Henry berperan penting dalam Arsenal mencapai final Liga Champions – satu-satunya di tahun 2006, mencetak gol kemenangan melawan Real Madrid dan Juventus di sepanjang kompetisi.

Henry pun memenangkan gelar Pesepakbola Terbaik sebanyak tiga kali, PFA Player of the Year dua kali dan menjadi penerima yang empat kali mengangkat Golden Boot.

Faktor X

Selain Eric Cantona, sulit untuk memikirkan pemain lain dalam sejarah Liga Premier yang bisa mengubah jalannya pertandingan dengan kekuatan kepribadiannya. Henry mencetak begitu banyak gol luar biasa dalam begitu banyak pertandingan besar, sehingga kita dipastikan akan sulit menyebutkan 10 golnya.

Ingat waktu dia berlari melalui seluruh tim Spurs, atau tendangan voli yang terlalu keras melawan Manchester United? Bagaimana dengan backheel yang berani di laga melawan Charlton, dan gol solo yang menakjubkan untuk merobek jala gawang Liverpool?

Semangatnya membuatnya menjadi sosok yang sangat terpelihara dan dia akan menghadapi wartawan, jika dia merasa telah dikritik secara tidak adil. Namun tidak seperti bintang Arsenal saat ini, Henry selalu mengambil tanggung jawab untuk hasil dan tidak pernah kekurangan kutipan pasca-pertandingan.