Sergio Aguero Makan Dulu Baru Paham Maksud Guardiola

Sergio Aguero Makan Dulu Baru Paham Maksud Guardiola

Gilabola.com – Sergio Aguero ternyata harus makan malam dulu baru paham maksud pelatih klub Liga Inggris Manchester City, Pep Guardiola.

Pep Guardiola dilaporkan Daily Mail harus pelan-pelan mengajari striker Manchester City Sergio Aguero maksud filosofi taktiknya setelah aksi makan malam. Hal itu ia lakukan saat pertama kali datang ke Inggris.

Sebelumnya banyak yang memprediksi jika Aguero akan tersingkir jika Guardiola jadi datang ke Stadion Etihad. Dia kerap mengkritik sang pemain, meminta lebih dari dirinya dan kemudian mendatangkan Gabriel Jesus.

Banyak juga yang menduga masa bakti Aguero di skuad The Sky Blues akan berakhir setelah keduanya terlihat mabar (makan bareng) di restoran Italia Salvi. Momen itu terjadi pada bulan Januari 2017 dahulu kala.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Hal berbeda terungkap dari buku serial baru berjudul ‘City-nya Pep: Pembuatan satu Supertim’. Buku itu membocorkan jika rencana Guardiola mengajak makan malam Aguero ternyata agar sang pemain belajar gaya taktik sang manajer.

“Om Pep meminta saya untuk mencoba gaya baru dan saya harus cepat beradaptasi. Memang tidak mudah, tapi saya tidak punya pilihan lain,” ujar Aguero kepada The Sun.

Sergio Aguero jadi terpancing untuk lebih baik lagi

“Gaya bermain bola saya sudah benar-benar berubah total sekarang daripada lima tahun lalu di City. Benar-benar transformasi total cui. Pas lagi maem, kami ngobrolin banyak hal. Asik deh.”

Setelah pertemuan itu Aguero merasakan perubahan baik pada dirinya. Sang pemain menjadi lebih baik daripada sebelumnya dibawah arahan Pep Guardiola.

“Kami sempat menunda pertemuan dan saat kami bertemu, ngobrol kami bisa sampai 20 menit lebih. Kami juga membahas keluarga dan kehidupan secara umum.”

“Saat beliau datang (sebelum acara mabar), saya agak jaga jarak, selalu sulit untuk mengerti apa yang beliau mau. Dengan Pep, saya bisa merasakan banyaknya tekanan. Saya jadi berpikit, ‘Wah, saya harus bermain lebih bagus lagi nih’. Tapi saya jadi cepat mengerti.”

“Pep itu sangat intens pada sesuatu. Dia tidak akan meninggalkan dirimu sendirian meski untuk satu menit saja. Tidak ada istilah hari libur,” pungkasnya.