Gilabola.com – Mungkin anda belum pernah mendengar nama Saurap Sampang, yang baru-baru ini berbagi kisah mengenai hampir satu dekade perjalanannya bersama Arsenal, pengalaman berharga saat bermain di Brasil, serta alasannya mengidolakan Gabriel Jesus meski dirinya berposisi sebagai gelandang.
Biografi: Awal Karier dan Latar Belakang
Saurap Sampang menghabiskan masa kecilnya di Ashford, Kent. Jadi bukan karena kelahiran Sampang di Madura Jawa Timur yah!
Ia mulai mengenal sepak bola sejak usia sekitar empat tahun. Ketertarikannya berawal dari sang ayah yang membelikannya bola. Sejak saat itu, ia senang menghabiskan waktu di luar rumah sambil bermain bola.
Melihat antusiasme tersebut, ayahnya kemudian mendaftarkannya ke tim Sunday League. Dari sinilah perjalanan sepak bolanya benar-benar dimulai.
Kedua orang tua Saurap berasal dari Nepal, dan ia mengaku sangat bangga dengan latar belakang tersebut. Baginya, identitas itu sangat berarti, dan ia berharap dapat menjadi inspirasi bagi pemain sepak bola Asia Selatan lainnya agar terus berkembang hingga bisa tampil di level tinggi. Ia juga masih bisa berbicara sedikit dalam bahasa Nepal, yang membuatnya tetap terhubung dengan akar budayanya.
Profil Saurap Sampang: Inspirasi dan Gaya Bermain
Sejak kecil, Saurap merupakan pendukung Arsenal. Ia mengidolakan banyak pemain, termasuk Lionel Messi yang menurutnya adalah pemain terbaik sepanjang masa.
Di lingkungan klub, ia sangat mengagumi Mesut Ozil karena kemampuannya mengolah bola dengan elegan dan penuh ketenangan. Saat ini, sosok yang paling ia jadikan panutan adalah Declan Rice.
Sebagai gelandang tengah dengan peran box-to-box, Saurap ingin meniru beberapa aspek permainan Rice, seperti kepemimpinan, energi di lapangan, serta kemampuannya mengontrol jalannya pertandingan.
Kisah Awal Bergabung dengan Arsenal
Salah satu tim Sunday League yang pernah ia bela adalah Ashford United. Dari berbagai turnamen yang diikutinya bersama tim tersebut, ia menarik perhatian tiga akademi besar: Chelsea, Tottenham, dan Arsenal.
Ia sempat menjalani sesi latihan bersama ketiga klub tersebut, namun akhirnya memilih Arsenal. Menurutnya, Arsenal terasa paling cocok dan memberikan kenyamanan layaknya rumah sendiri.
Saurap resmi bergabung dengan Arsenal sejak level U-9 dan terus berkembang hingga sekarang. Banyak momen berkesan yang ia alami di Hale End, salah satunya saat tampil di Brasil bersama tim U-16 dalam ajang Flamengo Adidas Cup, yang berhasil mereka menangkan.
Pengalaman berada di Brasil menjadi sesuatu yang tak terlupakan baginya. Ia merasakan secara langsung betapa besarnya kecintaan masyarakat terhadap sepak bola di negara tersebut. Selain itu, ia juga sempat melakukan perjalanan ke Florida, yang menjadi pengalaman berharga lainnya.
Langkah Menuju Sepak Bola Profesional
Pada musim panas lalu, Saurap menandatangani kontrak beasiswa bersama Arsenal. Momen tersebut menjadi kebanggaan besar bagi dirinya dan keluarga. Ia mengetahui kabar tersebut dalam sebuah pertemuan, yang membuatnya sangat antusias, meski ia sadar bahwa perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai.
Beberapa rekan setimnya seperti Jack Talbot, Brando Bailey-Joseph, dan Teshaun Murisa juga telah bersamanya sejak level U-9. Kini, mereka bersama-sama memperkuat tim U-18, yang menjadi pencapaian istimewa.
Sejak menjadi pemain beasiswa di Sobha, Saurap merasa perkembangan permainannya meningkat pesat. Ia terus belajar setiap hari, menghadapi berbagai tantangan, dan menikmati proses tersebut karena menjadi kunci untuk berkembang.
Adaptasi dan Tantangan di Level Lebih Tinggi
Meski belum mendapatkan banyak kesempatan bermain di tim U-18, belakangan ini ia mulai lebih sering tampil. Ia menganggap level tersebut sebagai tantangan yang lebih tinggi, namun merasa sudah siap untuk menghadapinya. Baginya, yang terpenting adalah mampu memanfaatkan setiap peluang yang datang.
Saurap juga beberapa kali mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama Arsenal. Ia merasakan perbedaan signifikan, terutama dari segi tempo permainan yang jauh lebih cepat, serta kualitas pemain yang lebih tajam, kuat, dan gesit.
Ia mengakui bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu, tetapi pengalaman tersebut memberinya gambaran jelas tentang standar yang dibutuhkan untuk menjadi pemain Premier League.
Dalam sesi latihan bersama tim utama, sosok yang paling menarik perhatiannya adalah Gabriel Jesus. Ia menilai striker asal Brasil tersebut memiliki gaya bermain yang sulit ditebak, kemampuan teknik tinggi, serta penyelesaian akhir yang sangat berkualitas.
sumber: www.arsenal.com

