
Negosiasi kontrak Senny Mayulu dengan PSG dilaporkan menemui jalan buntu, situasi yang membuka peluang bagi Arsenal untuk bergerak pada bursa transfer mendatang. Gelandang serba bisa berusia 19 tahun itu disebut sebagai profil yang berpotensi menjadi suksesor jangka panjang Kai Havertz di London Utara.
Mayulu merupakan salah satu talenta muda yang berkembang pesat di Parc des Princes. Meski usianya masih belia, ia sudah mencatatkan 72 penampilan senior bersama PSG. Salah satu momen paling menonjolnya terjadi ketika ia mencetak gol penutup dalam kemenangan 5-0 atas Inter pada final Liga Champions musim lalu.
Perkembangan tersebut membuat namanya mulai diperhitungkan, meski perannya di lapangan belum sepenuhnya terdefinisi.
Perubahan Peran di Bawah Luis Enrique
Secara alami, Senny Mayulu lebih dikenal sebagai pemain depan. Namun di bawah arahan Luis Enrique, ia perlahan diarahkan ke peran yang lebih dalam sebagai gelandang. Musim ini sebagian besar penampilannya datang sebagai gelandang nomor delapan.
Meski dimainkan lebih ke tengah, naluri menyerangnya tetap terlihat. Ia membukukan empat gol dan lima assist musim ini, dengan hanya dua gol yang tercipta saat dimainkan lebih dekat ke lini depan. Kombinasi mobilitas, insting menyerang, dan kemampuan bermain di dua posisi membuatnya menjadi profil yang tidak biasa untuk pemain seusianya.
Namun, masa depannya di Paris belum sepenuhnya aman. Laporan dari ICI menyebutkan pembicaraan kontraknya dengan PSG telah mencapai titik buntu. Padahal kontraknya baru akan berakhir pada 2027. Situasi ini berpotensi memaksa klub ibu kota Prancis itu mengambil keputusan lebih cepat jika tidak ingin kehilangan nilai aset sang pemain.
Arsenal Dinilai Jadi Tujuan Ideal
Data dari SciSports menempatkan Arsenal sebagai salah satu klub yang paling cocok untuk perkembangan karier Mayulu. Melalui alat analisis mereka, The Gunners mendapatkan skor kecocokan 76 untuk sang pemain, hanya kalah dari Bayern Munchen dan Newcastle.
Penilaian tersebut mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari potensi menit bermain, sistem permainan, hingga prospek pengembangan jangka panjang.
Dalam hal kualitas saat ini, Mayulu bahkan dinilai sudah lebih matang dibanding Myles Lewis-Skelly. Meski demikian, ia masih dianggap jauh dari bentuk terbaiknya.
Yang menarik, dari sisi potensi, Mayulu disebut bisa berkembang menjadi pemain kunci di Arsenal apabila mencapai level maksimalnya.
Dibanding gelandang dan gelandang serang Arsenal saat ini, potensi sang pemain hanya berada di bawah kemampuan Martin Odegaard saat ini. Artinya, proyeksi langit-langit kemampuannya dinilai lebih tinggi dibanding Kai Havertz, yang juga dikenal mampu berpindah peran antara lini tengah dan lini depan.
Implikasi Finansial dan Skenario Musim Panas
Kondisi ini relevan dengan situasi Arsenal menjelang musim panas. Klub London Utara itu kemungkinan perlu melakukan satu atau dua penjualan besar agar tetap mematuhi aturan UEFA terkait Squad Cost Ratio.
Sejumlah rumor mengaitkan Kai Havertz dengan minat dari Bayern Munchen, ditambah riwayat cedera yang sempat mengganggu kontribusinya. Jika Arsenal benar-benar membuka peluang melepasnya, Mayulu bisa menjadi alternatif yang lebih muda dengan proyeksi jangka panjang.
Di sisi lain, PSG juga tidak berada dalam posisi nyaman. Setelah pengalaman kehilangan Kylian Mbappe, klub tersebut disebut tidak ingin lagi membiarkan aset berharganya pergi secara gratis. Jika kebuntuan kontrak Mayulu terus berlanjut, opsi penjualan pada musim panas bisa menjadi solusi yang paling rasional bagi kedua pihak.
Dengan usia, fleksibilitas peran, dan potensi perkembangan yang dinilai tinggi, Senny Mayulu kini berada di persimpangan kariernya. Arsenal hanya perlu memutuskan apakah momen ini tepat untuk bergerak memboyongnya ke Liga Inggris sebelum situasi di Paris berubah.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!